Monday, October 29, 2018

Tips Beli Perabot Dapur yang Tepat

Beli Rumah Baru, Ini Tips Beli Perabot Dapur yang Tepat

Sebagai pengantin baru dan mempunyai rumah baru tentu bakal disibukkan dengan mengisi peralatan rumah tangga. Peralatan yang biasa dipilih berdasarkan fungsi, model, warna, bentuk dan mampu memperindah bagian dalam rumah.

Yap, salah satu peralatan rumah tangga yang tidak boleh dilupakan ialah peralatan dapur. Namun, sebelum itu jangan sampai membeli peralatan yang dapat menguras kantong. Tidak mau juga kan membeli peralatan yang mahal dan nanti malah tidak terpakai.

Maka dari itu, cermati dahulu peralatan dapur yang bakal Anda butuhkan. Perhatikan juga dengan seksama jenis peralatan dapur dan fungsinya. Ingat, bukan yang diinginkan ya. Berikut tips sebelum Anda membeli peralatan dapur.

Budget
Ini adalah hal pertama yang harus Anda cermati sebelum membeli peralatan rumah tangga. Anda bisa tentukan budget yang bakal Anda pakai untuk membeli peralatan dapur. Ingat, jangan sampai melewati batas budget yang sudah ditentukan.

Anda boleh saja membayar dengan uang tunai atau menggunakan cicilan. Namun, jangan sampai over budget yaa.

Catat peralatan yang diperlukan
Setelah menetukan budget yang akan dialokasikan ke peralatan dapur, Anda bisa mencatat peralatan apa saja yang bakal Anda beli. Catat dengan seksama merek sampai harganya. Pastikan juga Anda mengetahui dengan benar peralatan dapur dan fungsinya, sehingga peralatan tersebut benar tepat guna.

Dengan mencatat daftar barang yang akan dibeli bisa ditentukan skala prioritas barang kebutuhan yang benar-banar penting dan meminimalisir keinginan yang tak perlu.

Setelah itu, dari barang urutkan prioritas barang-barang yang akan dibeli. Tentunya dimulai dengan barang-barang yang memang amat diperlukan sehari-hari Anda bakal pakai.

Untuk peralatan dapur, mulai dari pisau, wajan penggorengan, pengupas kentang, pembuka kaleng, centong nasi sampai pengocok telur. Pilih mana yang bakal Anda beli.

Pilih kualitas terbaik
Murah boleh-boleh saja tetapi jangan murahan. Untuk itu sebelum membeli barang-barang tersebut tidak ada salahnya Anda mencari informasi melalui internet atau dari kerabat. Pilih peralatan dapur yang berkualitas dari segi bahan sampai fungsinya.

Kalau pun Anda masih ragu mencari informasi melalui datang saja langsung ke store atau outlet yang menjual peralatan dapur tersebut.

Beragam peralatan dapur bisa Anda temukan di sini. Mulai dari pisau, spatula, sendok sup, cobe ulekan, pemukul daging, parutan, sendok, pengocok telur, alat peniris, sudip, sendok, garpu, capitan masak dan masih banyak lagi peralatan lainnya.

Dengan kelengkapan dan produk yang berkualitas takkan membuat Anda ragu.


Sumber :
https://today.line.me/id/pc/article/Beli+Rumah+Baru+Ini+Tips+Beli+Perabot+Dapur+yang+Tepat-QE1lrg


Konsultasi perumahan syariah silahkan kirim WA ke +62 838-1515-9724

Sunday, October 21, 2018

Tukul Arwana jadi Juragan Kos-Kosan

Jadi Juragan Kos-Kosan, Rumah Tukul Arwana Jauh Dari Kesan Mewah

Karir Tukul Arwana di dunia presenting yang cemerlang berhasil mengantarkannya menjadi milyarder.
Meski kini jadi juragan kos-kosan, siapa sangka Tukul Arwana tinggal di hunian yang sederhana dan jauh dari kesan mewah.
Melansir dari tayangan YouTube Eksis, Tukul Arwana memperlihatkan rumahnya.

Dalam tayangan tersebut, Tukul memperlihatkan rumah yang ia tinggali dengan sang istri saat pertama kali ke Jakarta.
Kala itu Tukul mengontrak di rumah tersebut dengan biaya Rp 150.000,00 per bulan.
Tarif kontrakannya bahkan lebih besar dibandingkan penghasilan Tukul Arwana saat itu.

Namun berkat keuletan dan kerja kerasnya, Tukul dan Susi berhasil melewati masa-masa sulit tersebut.
Kemudian Tukul Arwana membeli sebuah rumah di samping bekas rumah kontrakannya.
Rumah tersebut masih terkesan sederhana, hanya saja ukurannya jauh lebih luas.

Dinding ruang tamu Tukul Arwana dipenuhi dengan frame berisi potret keluarganya.
Dinding berwarna biru itu dipadukan dengan sofa hijau tua dan gorden cokelat sehingga berhasil menonjolkan kesan luas.
Di sisi tembok lainnya terdapat kolase foto dalam sebuah bingkai yang besar.

Dinding ruang tamu Tukul Arwana dipenuhi dengan frame berisi potret keluarganya.
Dinding berwarna biru itu dipadukan dengan sofa hijau tua dan gorden cokelat sehingga berhasil menonjolkan kesan luas.
Di sisi tembok lainnya terdapat kolase foto dalam sebuah bingkai yang besar.

Di lantai dua rumah Tukul, terdapat ruang olahraga.

Di bagian ruang tamu terdapat sebuah sofa bergaya modern berwarna putih dengan cushion motif tribal.

Di bagia carport, terdapat deretan koleksi moge milik Tukul yang berharga fantastis.
Di bagian belakang rumah Tukul juga terdapat kebun duriannya loh.

Kekayaan Tukul ini rupanya diwujudkan dalam usaha kos-kosan dan kontrakan yang berada dekat dengan rumahnya.


Sumber :
http://www.grid.id/read/04955989/jadi-juragan-kos-kosan-rumah-tukul-arwana-jauh-dari-kesan-mewah?page=all


Konsultasi perumahan syariah silahkan kirim WA ke +62 838-1515-9724

Seleb Jadi Juragan Kost dengan Omzet 700 Juta per Bulan

5 Seleb Ini Berhasil Jadi Juragan Kost dengan Omzet Fantastis hingga 700 Juta per Bulan

Berkarier sebagai seorang selebriti diektahui memang menghasilkan banyak pendapatan. Terlebih jika seorang selebriti tersebut banyak membintangi sejumlah, iklan, sinetron, hingga film.Namun, tak selamanya seorang selebriti selalu bersinar di dunia entertainment, adakalanya mereka akan meredup seiring berjalannya waktu.

Untuk itu, banyak selebriti yang mulai menyambi profesi untuk menjadi pengusaha. Salah satu usaha yang banyak digandrungi selebriti, yakni properti.

Banyak selebriti yang membangun rumah kost hingga beromzet ratusan juta rupiah per bulannya.
Berikut Grid.ID rangkum melalui lansiran YouTube infotainment Selebrita Pagi.


1. Naysilla Mirdad

Artis Naysilla Mirdad memang sudah dikenal sebagai ratu sinetron stripping.
Beberapa sinetron pun sudah banyak ia bintangi. Rasanya tak menjadi rahasia jika pemasukan Naysilla Mirdad cukup banyak dari pekerjaannya di dunia entertainment ini.
Naysilla Mirdad diketahui juga memiliki usaha di bidang properti, yakni kamar kost yang berada di kawasan Bandung, Jawa Barat.
Awalnya Naysilla Mirdad hanya memiliki 23 kamar kost, tetapi siapa sangka penghasilan yang ia dapatkan begitu menggiurkan hingga akhirnya Nay mengembangkan kamar kost-nya menjadi 50 kamar dengan peghasilan Rp75 juta per bulannya.


2. Cita Citata

Pedangdut Cita Citata mulai dikenal publik lantaran lagu yang berjudul Sakitnya tuh di Sini berhasil memuncaki deretan tangga lagu di Indonesia.
Ia pun tak jarang menjadi bintang tamu baik di acara on air maupun off air untuk bernyanyi.
Dari pekerjaan menyanyinya tersebut, Cita Citata berhasil membangun 50 kamar kost di Tasikmalaya, Jawa Barat. Dengan usaha properti kamar kost tersebut, Cita Citata berhasil meraup uang hingga Rp100 juta per bulannya.


3. Zaskia Gotik

Siapa yang tidak kenal dengan pedangdut Zaskia Gotik, pelantun lagu 1000 Alasan ini memang tidak pernah sepi job untuk menyanyi.
Untuk itu, tak heran jika pemasukan yang didapatkan Zaskia Gotik cukup melimpah. Zaskia Gotik akhirnya mewujudkan cita-citanya sejak dulu, yakni menjadi juragan kost.
Sejak 2015, Zaskia Gotik resmi menjadi juragan kost di kawasan Cikarang. Di atas tanah 10 hektare, Zaskia Gotik berhasil membangun sepuluh bangunan, dimana setiap bangunannya terdiri dari 20 kamar kost.
Dari kamar kost tersebut, Zaskia Gotik mendapatkan omzet Rp140 juta per bulan.


4. Citra Kirana

Artis Citra Kirana juga dikenal sebagai ratu sinetron stripping, setelah berhasil menjadi pemeran Rumana dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang menembus 2000 episode lebih.
Tak heran jika pendapatan Citra Kirana terbilang cukup melimpah, untuk itu kekasih Ali Syakieb ini juga mencoba peruntungannya usaha di bidang properti.
Citra Kirana diketahui memiliki puluhan kamar kost di Bandung, ia juga mendapatkan omzet per bulannya dengan kisaran ratusan juta rupiah.


5.Cynthiara Alona

Artis film horor Cynthiara Alona juga rupanya berhasil menjadi juragan kost yang terbilang sangat sukses.
Cynthiara Alona diketahui memiliki kost mewah terdiri dari 97 kamar yang berkonsepkan hotel, dilengkapi fasilitas kolam berenang, tempat biliar, dan karaoke.
Dari bisnis kamar kost tersebut, ia berhasil meraup Rp700 juta itupun kalau dalam kondisi sepi.
Sekarang Cynthiara Alona sudah mengembangkan bisnisnya tersebut ke perusahaan properti developer, dalam 5 tahun terakhir, dia berhasil membangun perumahan cluster dari hasil uang kost.


Sumber :
https://today.line.me/id/pc/article/5+Seleb+Ini+Berhasil+Jadi+Juragan+Kost+dengan+Omzet+Fantastis+hingga+700+Juta+per+Bulan-QEDeop/?utm_source=oa&utm_medium=all&utm_campaign=1810210116&utm_term=6


Konsultasi perumahan syariah silahkan kirim WA ke +62 838-1515-9724

Friday, October 19, 2018

Mari Hidup Hemat

Dulu waktu gaji 1.2jt an. Hp cukup Nokia 3310, yg penting bisa kring. Motor bebek Honda Astrea sudah hebat bisa nganter kemana mana. Meski ngontrak dirumah petak 300rb perbulan serasa surga dunia. Istri rajin masak dirumah, kalo pulang sayur sop dan kopi tubruk dah siap dimeja.

Hidup tetap berjalan dan tetap  happy  meski sederhana.

Setahun kemudian gaji sudah 5jt an. Istri minta hp juga biar tik tok lebih enak, kalo ada apa gampang telpon. Honda astrea mesti dijual karna kurang keren ganti mega pro, ngangsur 500rb perbulan gapapa biar trendi dikit. Ngontrak mesti pindah kerumah yang bulanan bujet 700rb  alih alih perabot mulai banyak gak muat kalo rumah petakan. Istri dah mulai malas masak karna KFC dan Mc Donal lebih enak dan praktis.

Hidup tetap berjalan, happy dan mulai timbul angan angan pingin ini pingin itu kalo gaji papa naik lagi.

Lima tahun kemudian gaji dah 8jt an. Hp jadul mesti diganti dgn yg touchscreen, nokia melayang ganti sony ericson keluaran terbaru Experia. Mega pro gak cocok lagi wajib ganti Ninja biar ngacir, ngutang gak apa apa kan gaji naek terus. Rumah dah pindah di cluster meski KPR 20 th perbulan 1.8jt.

Pola makan dan ngikut artis wisata kuliner,,,KFC gak kelas, sekarang minimal solaria, steak 21, kopi TM yg menu nya aneh aneh. Ada chiken mozarela, chiken cordonblue ada juga ikan asin keju ha ha ha

Hidup terus berjalan, happy tapi agak nyut nyutan bayar hutang,,,dulu yg gak pernah ribut ma istri sekarang dah mulai cek cok urusan ngatur duit. Dah mulai punya visi hidup sebagai orang kaya baru,,,,,jiahhh

Sepuluh tahun kemudian gaji 15jt.
Digarasi udah ada XENIA ...  sstttt kabarnya utang di Lesing 3,1jt per bln x 4th, mesti istri keberatan tapi kata papa "gak pa pa ma, papa butuh challenge/tantangan yg lebih biar semangat kerja" cie cie ...

Hmmm dompet mama sekarang tebal isinya mandiri credit card, BNI credit card, BCA credit card dan kartu pegadaian,,,, heeeee...

Ternyata makin tinggi gaji kita makin banyak yg kita mau.

Ternyata uang bisa merubah segalanya.

Ternyata berapapun uang yang kita punya gak akan pernah mampu mencukupi nafsu duniawi.

Padahal meski uang kita banyak, pilihan untuk dikendalikan atau mengendalikan uang tetap ada pada diri kita.

Padahal kita bisa tetap punya penghasilan tinggi namun tetap sederhana.

Padahal kita masih bisa tetap tercukupi meski dengan gadget yg sederhana sekalipun.

Padahal kita juga tahu bahwa apapun yag kita makan produk yg dikeluarkan tidak akan pernah berubah dan pasti terbuang di lubang toilet.

Jangan malu hidup sederhana karena sederhana itu sikap hidup BUKAN pelit.

Jangan malu makan masakan istri karena lebih sehat, bersih dan bergizi.

Jangan malu tidak punya kartu kredit. Karna pengguna kartu kredit kebanyakan dipakai karna gak punya uang cash.

Jangan diperbudak oleh trend, hp, motor dan mobil jika engkau turuti gak akan pernah habis engkau beli.....

Ingat,,,
berlebih lebihan itu temannya setan

INGAT ...
Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk hidup sederhana dan berbagi. 
Jadi biasakanlah untuk membagi kebahagian yang engkau peroleh dengan keluarga dan tetanggamu.

(Dikutip dari sebuah sumber / artikel)


Konsultasi perumahan syariah silahkan kirim WA ke +62 838-1515-9724

Thursday, October 18, 2018

BI Luncurkan Dua Instrumen Keuangan Syariah

BI Luncurkan Dua Instrumen Keuangan Syariah, Apa Saja?

Bank Indonesia (BI) meluncurkan Waqf Core Principal dalam rangka memanfaatkan potensi wakaf untuk menggeliatkan perekonomian nasional.

Waqf Core Principal merupakan dokumen lengkap yang berisi tentang tata kelola dan arah wakaf di masa depan sebanyak 17 butir, yang diharapkan ke depannya bisa memenuhi pembiayaan melalui Sustainable Development Goals (SDGs).

"Kita tidak bisa hanya mengandalkan ekonomi konvensional. Ini memicu kita mencari pendekatan baru mendukung pencapaian pertumbuhan berkelanjutan," ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rangkaian IMF-WB Annual Meetings di Nusa Dua, Bali, Ahad (14/10/2018).


"Salah satu solusi yang tersedia adalah memanfaatkan ekonomi dan keuangan Islam," katanya.

BI, bersama dengan IRTI-IDB dan Baznas sejatinya sudah menginisasi Waqf Core Principal sejak 2014, yang memang akan menjadi referensi utama untuk pengelolaan zakat di lebih dari 14 ngara.

Prinsip ini, sambung dia, pun menetapkan enam bidang dasar yang dikembangkan mencakup pengaturan hukum, tata kelola yang baik, manajemen risiko, pengawasan, dan integritas keuangan.

"Selain itu kami juga telah mengembangkan wakaf yang memungkinkan orang untuk berpartisipasi dalam proyek sosial yang akan difasilitasi oleh Badan Wakaf Indonesia dan Kementerian Keuangan," katanya.

Selain meluncurkan Waqf Core Principal, bank sentral pun meluncurkan uang tunai Waqf Linked Sukuk senilai Rp 12 miliar, yang sumber dananya akan digunakan untuk pembiayaan kegiatan sosial, seperti membantu korban bencana alam.

"Salah satunya mungkin sebagian akan digunakan untuk pendanaan korban bencana yang ada di Lombok dan ada di Palu. Jumlahnya masih akan terus bertambah, tapi ini sebagaian dari Islamic Financing Instrument," kata Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo.

Potensi besar
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengemukakan, potensi keuangan syariah, terutama zakat memang besar. Berdasarkan catatan Bappenas, potensi zakat di Indonesia bisa mencapai Rp 100 triliun hingga Rp 200 triliun.

"Tetapi, yang paling penting adalah meningkatkan kesadaran dulu. Karena sebenarnya zakat itu sesuatu yang wajib dilakukan. Setiap tahun 2,5% dari aset atau dari penghasilan kita," kata Bambang.

"Sehingga perlu didorong terus menerus, sehingga kesadaran itu timbul. Sudah ada fasilitas yang membuat zakat itu mengurangi kewajiban kita membayar pajak. Jadi sebenarnya tinggal peningkatan kesadaran," ujarnya.


Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20181014164528-29-37313/bi-luncurkan-dua-instrumen-keuangan-syariah-apa-saja


Konsultasi perumahan syariah silahkan kirim WA ke +62 838-1515-9724

Tuesday, October 16, 2018

Hai Milenial, Simak Tips Ini Sebelum Putuskan Beli Rumah

Membeli rumah sebagai investasi jadi salah satu pilihan para milenial untuk mengelola keuangannya. Tapi benarkah sektor properti masih layak dan jadi portofolio investasi?

Pakar keuangan personal dan self made miliuner Ramit Sethi  mengatakan bahwa membeli rumah tidak selalu merupakan investasi terbaik yang harus Anda lakukan."Bagaimana jika Anda menemukan bahwa real estat tidak sebagus investasi seperti yang dikatakan semua orang?," ujar Sethi seperti yang dilansir dari CNBC Make It.

Sementara banyak pembeli rumah pertama yang berasumsi bahwa mereka dapat mengubah laba bersih pada setiap pembelian real estat. Namun, Sethi mengatakan bahwa  hal itu tidak selalu begitu sederhana.

Bahkan, ada banyak rintangan dan biaya yang dapat mencegah pembelian real estat Anda dan menjadi tidak menguntungkan jika Anda tidak berhati-hati.

"Kebanyakan orang tidak pernah memperhitungkan semua biaya phantom, termasuk pajak dan pemeliharaan. Mereka tidak memperhitungkan inflasi dan bagaimana hal itu mengikis nilai uang dari waktu ke waktu," kata dia.

Kemungkinan penting lainnya yang diabaikan oleh pembeli rumah adalah apakah mereka lebih baik berinvestasi dalam saham daripada real estat. Sethi memaparkan fakta data bahwa pasar saham biasanya meredam kinerja real estat sebagai investasi.

Hal paling penting yang dapat Anda lakukan sebelum membeli rumah adalah memperhatikan angka. Perhitungkanlah keuangan Anda sendiri dan biaya pembelian rata-rata dibandingkan menyewa rumah di daerah Anda.

Tanyakan pula pada diri sendiri apakah membeli rumah masuk akal bagi Anda, di mana Anda tinggal, lebih baik menyewa dan menyimpan uang yang Anda simpan ke pasar saham? Atau pilihan investasi terbaik untuk Anda.

Tentunya, kinerja pasar saham versus apresiasi real estat dapat bergantung pada berbagai faktor, mulai dari membeli rumah di lingkungan yang akan datang hingga berinvestasi tepat sebelum krisis ekonomi atau pasar menguntungkan. Meskipun, saham umumnya melakukan kerja lebih baik daripada real estat.

"Jika Anda menghitung angka-angka, Anda mungkin menemukan bahwa di mana Anda tinggal itu benar-benar tidak masuk akal untuk membeli. Apakah ada alasan lain untuk membeli? Tentu saja. Mungkin Anda ingin membeli karena Anda ingin merobohkan dinding itu. Atau mungkin Anda juga ingin membeli karena Anda ingin anak-anak Anda pergi ke sekolah di tempat tertentu," kata dia.

"Maka Anda ingin pergi sedikit lebih dalam. Kamu ingin berkata, 'Kamu tahu apa, apa yang bisa saya dapatkan di pasar saham sekarang?' Secara umum kita dapat mengasumsikan bahwa dalam jangka panjang, jika kita berinvestasi dalam dana indeks diversifikasi berbiaya rendah, kita mendapatkan sekitar 7 persen [pengembalian tahunan]. Dapatkah Anda mengalahkan itu di wilayah Anda, seiring waktu, dengan apresiasi real estat?," kata Sethi.

Jika Anda melakukan pekerjaan rumah dan itu tidak tampak seperti real estat maka Anda layak di daerah Anda dan menghasilkan yang lebih baik daripada pasar saham selama beberapa tahun. Namun jika Anda tidak keberatan menyewa jangka panjang maka Anda mungkin akan lebih baik tidak menjadi pemilik rumah, kata Sethi.

Yang paling penting, Anda harus melakukan perhitungan sebelum membuat keputusan besar. "Untuk pembelian terbesar dalam hidup Anda, Anda harus tahu semua matematika dan bagaimana memainkannya 20 tahun di masa depan," kata dia.


Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20181016141033-25-37599/hai-milenial-simak-tips-ini-sebelum-putuskan-beli-rumah


Konsultasi perumahan syariah silahkan kirim WA ke +62 838-1515-9724

Sejuta Rumah: Program Vital Yang Dinomorduakan

Sandang, pangan, dan papan.

Itulah tiga konsep kebutuhan pokok manusia yang diakui di konstitusi negara ini. Anak bangsa ini baru disebut berhasil memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari jika telah bisa memenuhi kebutuhan pakaian, makanan, dan perumahan.

Di antara ketiga poin tersebut, perumahan menjadi kebutuhan pokok yang paling sulit dipenuhi oleh negara untuk rakyatnya, karena tingginya harga tanah dan rumah. Menurut data Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat (PPDPP), hingga 2015 terdapat 11.459.875 rumah tangga yang belum memiliki rumah.

Artinya, belasan juta keluarga di Indonesia masih tinggal di rumah sewa, kontrakan, atau menumpang di rumah mertua dan kerabat mereka. Penyebabnya, harga rumah (baik rumah tapak maupun rumah susun) yang masih sangat tinggi. Situasi ini berujung pada tingginya selisih pemenuhan dari total kebutuhan rumah (backlog) nasional.

Betul bahwa perbankan menyediakan fasilitas kredit pemilikan rumah (KPR). Namun, problemnya terletak pada penghasilan masyarakat menengah ke bawah, yang belum cukup untuk memenuhi uang muka (down payment/ DP) sebagai syarat utama pengucuran kredit perumahan.

Sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mencapai 20 persen dari populasi Indonesia. Dari situ, jumlah backlog perumahan diprediksi mencapai 10 juta hingga 12 juta unit rumah.

"Kebutuhan masyarakat setiap tahun butuh satu juta dan hanya 60% yang bisa dipenuhi," ucapnya di sela Investor Gathering 2017 PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF di Jakarta, Senin (27/3).

Undang-Undang Dasar 1945 sebenarnya telah menggariskan tugas pemerintah dalam menjamin ketersediaan rumah di Pasal 28 H ayat (1) yang berbunyi: "Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat."

Amanah tersebut selanjutnya diderivasikan dalam Undang-Undang (UU) No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dan UU No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun yang memperjelas bahwa negara bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi setiap orang terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Empat Batu Penjuru Program Rumah Murah

Periode & Milestone
Juli 2010 : Keputusan Menteri Keuangan 290/KMK.05/2010 tentang Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pembiayaan Perumahan (PPP) dirilis
Oktober 2010 : Kementerian Perumahan Rakyat meluncurkan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan)
Februari 2011 : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) gelar rakor tentang rumah murah untuk mendorong pelaksanan program FLPP
April 2015 : Presiden Joko Widodo meluncurkan program Sejuta Rumah (untuk 5 tahun), yang tak lain adalah versi baru program FLPP

Pada tahun pertama peluncurannya, pemerintah mengambil dana APBN senilai Rp 2,6 triliun yang digulirkan untuk membantu MBR memiliki rumah. Namun pada 2011, program ini tak berjalan optimal dengan realisasi 7.959 unit rumah atau hanya 4,32% dari target yang dipatok sebanyak 184.100 rumah. Pada tahun-tahun selanjutnya, program ini berjalan lebih baik.

Menyusul penggabungan antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan Rakyat di era Jokowi, program rumah murah ditingkatkan akselerasinya. Pemerintah merilis Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 15 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Selanjutnya, melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 112/KMK.05/2016 tanggal 19 Februari 2016 maka PPDPP ditetapkan sebagai instansi pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

Melalui program tersebut, realisasi program FLPP terus meningkat hingga menyentuh rekor tertingginya senilai Rp 6 triliun pada tahun 2015. Namun sayangnya, pertumbuhan tersebut harus terhenti pada tahun lalu karena pemangkasan anggaran dari alokasi semula Rp 9,7 triliun menjadi Rp 3,1 triliun.

Pemangkasan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah menurunkan skala prioritas penyediaan rumah murah dalam program pembangunan politiknya. Sebagaimana jamak diketahui, APBN merupakan instrumen fiskal yang mencerminkan keberpihakan politik dan skala prioritas pemerintah dalam pembangunan.

Pada tahun 2017, pengurangan subsidi untuk FLPP senilai Rp 6,6 triliun tersebut terjadi di tengah penaikan subsidi listrik sebesar Rp24,2 triliun, menjadi Rp 191,5 triliun. Artinya, pemerintah menilai kebutuhan subsidi energi lebih mendesak daripada subsidi rumah. Ini merupakan pilihan sulit di tengah membengkaknya defisit APBN.

BTN Menjadi Agen Utama

Pada awal tahun ini, pelaku industri perumahan sempat dikejutkan oleh kabar raibnya nama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dari daftar bank penyalur KPR di bawah program FLPP. Disebutkan mengejutkan karena BTN pada tahun lalu menjadi bank terbesar dalam penyaluran FLPP dengan kontribusi sebesar 87%.

Hal itu terjadi karena kesalahpahaman mengenai skema KPR subsidi, di mana pemerintah awalnya menilai BTN lebih cocok menyalurkan KPR subsidi dalam skema non-FLPP yakni subsidi selisih bunga (SSB).

Pada akhirnya, BTN yang tak lain adalah bank terbesar dalam hal penyaluran KPR, masuk kembali ke program FLPP. Perseroan akan mengucurkan kembali KPR berskema FLPP pada semester kedua setelah nota kesepahaman (memorandum of understanding/ MoU) dengan Kementerian PUPR diteken.

Menurut catatan CNBC Indonesia, BTN tahun lalu telah menyalurkan KPR subsidi senilai Rp 75,28 triliun untuk 666.806 unit rumah. Realisasi tersebut tercatat mencapai 100,12% atau melebihi target BTN pada 2017 sebesar 666.000 unit rumah.

Fakta tersebut menunjukkan bahwa penyaluran FLPP tidak bisa dilepaskan dari bank yang puluhan tahun menancapkan kukunya di pasar KPR dan menjadi spesialis KPR nasional tersebut. Maklum saja, BTN saat ini menguasai 37,3% pasar KPR nasional.

Bank-bank lain belum bisa menggantikan expertise perseroan di pasar KPR ini, di samping nilai marginnya yang kalah menggiurkan dibandingkan dengan kredit berskala besar lainnya, seperti kredit UMKM atau kredit korporasi atau bahkan KPR nonsubsidi.

Untuk tahun ini, Bank BTN menargetkan penyaluran antara 15.000 hingga 20.000 unit hunian dengan skema FLPP. Adapun, untuk penyaluran kredit selisih subsidi bunga (SSB) ditargetkan mencapai 225.000 unit rumah.

Dari target tersebut, sampai dengan triwulan I/2018, nilai penyaluran KPR bersubsidi telah mencapai Rp 9 triliun, untuk membangun 176.208 rumah murah. Capaian tersebut setara dengan 29,37% dari target yang dipatok BTN dalam program Sejuta Rumah yakni 600.000 unit.

Detil KPR BTN Subsidi

1. 1. Uang muka hanya 1% atau Rp 1,4 juta, dari nilai rumah subsidi (sekitar Rp 140 juta)
2. 2. Suku bunga tetap (flat) sebesar 5%
3. 3. Jangka waktu hingga 20 tahun
4. 4. Bebas pajak pertambahan nilai (PPN)
5. 5. Bekerja-sama dengan anggota REI (Real Estate Indonesia)
Sumber: BTN, diolah

Secara umum, BTN menargetkan pertumbuhan kredit sekitar 20% pada 2018, dengan 90% di antaranya disumbangkan oleh pembiayaan perumahan. Sampai dengan Maret 2018, perseroan telah menyalurkan kredit senilai Rp 202,5 triliun.

Dari capaian tersebut, KPR bersubsidi memimpin dari sisi pertumbuhan maupun kontribusi, yakni tumbuh sebesar 32,96% atau senilai Rp 79,15 triliun (setara dengan 39,09% dari total kredit perseroan).


Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/market/20180502182026-17-13366/sejuta-rumah-program-vital-yang-dinomorduakan


Konsultasi perumahan syariah silahkan kirim WA ke +62 838-1515-9724

Pemerintah Targetkan Bangun 267.000 Rumah Murah Tahun Ini

12 July 2018 14:00

Pemerintah menargetkan untuk membangun 267.000 rumah subsidi dengan skema kredit pemilikan rumah (KPR) sepanjang tahun 2018. Dana yang dianggarkan pemerintah mencapai Rp 6 triliun.

Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti mengatakan bahwa target tersebut dilakukan meyusul program Sejuta Rumah (untuk 5 tahun) Presiden Joko Widodo, yang tak lain adalah versi baru program FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).

Nantinya, sekitar 42.000 unit disediakan melalui FLPP, sekitar 70.000 unit merupakan perluasan dukungan dari PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) serta sisanya melalui Subsidi Selisih Bunga (SSB).

"Untuk bidang properti khususnya perumahan Masyarakat Berpenghasilan Rumah (BMR) sudah ada FLPP juga SSB, pembebasan PPN, penurunan PPH dari 5% jadi 1% hingga pemberian insentif pembangunan rumah sederhana tapak serta peraturan pemerintah lainnya mengubah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dari 5% menjadi 2,5%," ujar Lana dalam acara Mortgage Forum, di Shangri-La Hotel, Kamis (12/7/2018).

Dirinya menambahkan, relaksasi loan-to-value (LTV) di sektor perumahan yang ditetapkan pemerintah merupakan tahap baru lainnya untuk pembiayaan perumahan di luar subsidi KPR.

Untuk itu, dengan rantai pasok pembiayaan rumah yang sangat panjang mulai dari tata ruang, perizinan hingga pengembangan konstruksi saat ini pihaknya bersama dengan Bank Indonesia (BI) terus melakukan koordinasi terkait pelonggaran LTV tersebut.

"Untuk mendukung LTV Bank Indonesia (BI), pemerintah sedang merivisi Kepmen 403 tentang pedoman teknis pembanhunan rumah sederhana sehat dan juga akan mengatur kualitas rumah berlebih komperhensif," tambah Lana.

Namun, hingga saat ini pihaknya menegaskan belum ada kewajiban bagi pengembang rumah bersubsidi untuk menggunakan jasa konsultan pengawas dalam mengurangi aspek risiko.

Saat ini proses yang dilakukan oleh pengembang rumah ialah dengan melakukan akreditasi kepada Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR.

"Itu upaya yang dilakukan dan memang belum maksimal. Sudah terdaftar 15 asosiasi dan lebih dari 9.500 pengembang saat ini," ungkap Lana.


Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/news/20180712135727-4-23223/pemerintah-targetkan-bangun-267000-rumah-murah-tahun-ini


Konsultasi perumahan syariah silahkan kirim WA ke +62 838-1515-9724

Milenial Paling Banyak Beli Rumah Pakai KPR

Wah! Milenial Paling Banyak Beli Rumah Pakai KPR

Asisten Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan kredit pemilikan rumah (KPR) saat ini didominasi kelompok usia 26 tahun hingga usia 35 tahun.

Menurutnya, terjadi perubahan perilaku debitur KPR yang berusia muda untuk membeli tipe rumah KPR tapak 22-70 meter persegi, serta rumah susun atau flat ukuran 22-70 meter persegi dan rumah susun (flat) ukuran kurang dari 21 meter persegi.

Sementara itu, pangsa KPR yang dimiliki oleh debitur usia 36-45 tahun mulai mengalami penurunan sejak 2014.

"Porsi kepemilikan KPR itu usia 26 tahun itu merupakan first time buyer (pembelian pertama) ya yang tadinya ngontrak, ngekos sudah mulai beli rumah. Ada perubahan perilaku dari para debitur yang didominasi oleh usia muda," ujar Filianingsih dalam acara Mortgage Forum, di Shangri-La Hotel, Kamis (12/7/18).

Sementara itu, paska implementasi kebijakan loan-to-value (LTV) atau uang muka oleh Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2016, hingga Mei tahun ini terjadi peningkatan KPR sebesar 12,75%.

Angka pertumbuhan KPR tersebut melebihi pertumbuhan total kredit perbankan sebesar 10,26%. Berdasarkan tipe, pertumbuhan kredit KPR tertinggi terjadi pada jenis apartemen dan flat maupun rumah tapak tipe 22-70 serta diatas tipe 70.

"LTV ini sudah kami lakukan empat kali dan ini kelima. Oleh karena itu BI perlu lakukan penyesuain kebijakan makroprudensial yang akomodatif tapi kami perhatikan dua hal yang perlu dipertimbangkan yaitu aspek kehati-hatian dan perlindungan konsumen," tambah Filianingsih.


Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/market/20180712153156-17-23247/wah-milenial-paling-banyak-beli-rumah-pakai-kpr


Konsultasi perumahan syariah silahkan kirim WA ke +62 838-1515-9724

DP Rumah Bisa 0%, Bisnis Properti Tumbuh 10%

Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan relaksasi loan to value (LTV) atau uang muka (DP) oleh Bank Indonesia (BI) kedepannya mampu menumbuhkan bisnis properti hingga 10% selama setahun ke depannya.

Dirinya menambahkan, relaksasi LTV tersebut dinilai mampu memberi ruang yang luas bagi pengembang untuk berkreasi dalam menentukan bisnis penjualannya kepada konsumen.

Sementara itu, terkait dengan respons para pengusaha, dirinya menilai para pengusaha yang juga pengembang properti menilai relaksasi LTV tentunya dapat membantu penjualan di tengah krisis penjualan properti akibat daya beli yang melemah.

Selain itu, diperkirakan penjualan tipe rumah kelas menengah dengan harga Rp 200 juta hingga Rp 500 juta semakin marak dilakukan.

"Pasokan justru lagi banyak di masa krisis seperti ini terutama yang harganya Rp 200-500 juta, kalau yang harganya di atas miliaran baru tersendat karena semakin tinggi market-nya maka semakin kecilkan (bersaing) harga yang ditawarkan," tambah Soelaeman.

Namun dirinya melihat bahwa relaksasi LTV tersebut tentunya dapat memberatkan konsumen dengan skema uang muka (down payment/DP) yang ditetapkan hingga 0%.

Hal tersebut menyusul dengan berbagai skema penangguhan uang muka yang dilakukan oleh pengembang salah satunya uang cicilan kredit yang lebih mahal.

Namun, pihaknya optimis dilihat dari kebiasaan masyarakat bahwa kesulitan dalam melakukan pembayaran cicilan kredit pemilikan rumah (KPR) tersebut hanya terjadi pada lima tahun pertama paska kepemilikan rumah.

"Beratnya di 3-5 tahun pertama, ya maksimal 10 tahun pasti yang akhirnya dia akan mereduksi gaya hidupnya menjadi lebih rendah. Karena orang misalnya ga punya duit untuk DP ya udah cicilan Rp 4 juta sebulan daripada membayar DP yang besar," ungkap Soelaeman.


Sumber :
https://www.cnbcindonesia.com/market/20180712163653-17-23268/dp-rumah-bisa-0-bisnis-properti-tumbuh-10?fbclid=IwAR0uMg4C-wx4D2y9z_qMXmrIsASMJ2ycVdJ-NS--XUKIaHUJxJNgahUbnr4


Konsultasi perumahan syariah silahkan kirim WA ke +62 838-1515-9724

Mahal itu Mindset

Sering gak waktu kita jualan akhirnya gagal closing waktu calon pembeli tau harga produk kita?
Sering?

Sebenarnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi orang bakal bilang mahal :

1. Pembanding

Orang bilang mahal mungkin karena tau kalau di luar sana ada produk yang serupa dengan produk kita yang harganya lebih murah, atau sebaliknya bisa jadi dia tidak tau kalau di luar sana ada produk yang serupa dengan produk kita yang harganya lebih mahal

2. Belum Tau Manfaat / Benefit

salah satu kenapa orang bilang mahal karena mereka belum tau dengan uang yang mereka keluarkan bisa mendapat manfaat/keuntungan apa saja, mereka belum tau kalau produk kita bisa jadi solusi untuk masalah mereka

3. Memang Gak Punya Uang

Jangan salah, Saya sering banget nemuin yang kayak gini, sebenarnya harga produk kita sudah relatif murah, tapi karena orang memang lagi ga punya uang, jadi dia bilang mahal.

Mungkin ada faktor-faktor lainnya lagi
Tapi yang pasti ketika kita posting jualan kita di Facebook, pastikan semua eleman itu ada di status kita.

Yang menjelaskan tentang pembanding, benefit produk, dan keuntungan yang didapat

Jadi sia-sia gara-gara gak mencantumkan poin-poin di atas. Gak mau kan kayak gitu?

InsyaAllah produk apapun, harga berapapun, semua sudah ada jodohnya, asalkan kita bisa mempertemukannya dengan tepat.

Sepakat?


Konsultasi perumahan syariah silahkan kirim WA ke +62 838-1515-9724

Monday, October 15, 2018

Keuntungan Pembatalan Pembelian

JANGAN PERNAH SEBUT CUSTOMER YG GAK JADI BELI ITU PHP, KENAPA??

Bismillah..

Ada beberapa cust. Japri
"Mau coklat ini dunk bro.. Kirim kesini yah... "
Minta ditotalin... Minta no.rek saya...
Minta diskon pula (Masya Allah)
Janji bahwa besok tf (ini artinya sudah ada akad jual beli yah )

Dan selang 1 hari -> Tanpa kabar

Selang 2 hari -> krik krik krik ( suara jangkrik) senyap

Selang 3 hari -> saya sapa lewat chat..
"Assallamuallaikum... Mas.. Mohon.maaf ini coklatnya mau diambil gk yah...?

Jawabanya : oh iya bro.. Maaf.. Gk jdi ambil bro.. Maaf yaa... Soalnya bla bla bla bla bla

Saya jawab " okey Mas "

Dalam hati saya... " Allhamdulillah... Hari ini luntur sudah dosa2ku.. Dari seseorang tersebut.

Selang 1bulan kemudian dia chat lagi.. Tanya hrga coklat nya...
Sya jawab dgn sopan dan baik
Saya gk marah kenapa ?????

Karna ๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡

Nih Hukumnya dalam Syariat Islam

Tadi shubuh denger kajian Ustadz Erwandi, tentang hukum jual beli. Ternyata apabila kita sebagai pedagang mendapatkan pembatalan pembelian dari calbuy atau customer, dosa2 kita akan berguguran, bisa jadi jalan di hapusnya dosa. MasyaAllah indahnya Syariat Islam, semuanya di atur dengan adil, tidak ada yang sia-sia.

‘Iqalah‘ atau ‘menerima pembatalan transaksi’ adalah perbuatan yang sangat dianjurkan, mengingat sabda Nabi,
ู…َู†ْ ุฃَู‚َุงู„َ ู…ُุณْู„ِู…ًุง ุฃَู‚َุงู„َ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَุซْุฑَุชَู‡ُ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ู‚ِูŠَุงู…َุฉِ
‘Barang siapa yang menerima pembatalan transaksi yang diminta oleh seorang muslim maka Allah akan memaafkan kesalahan-kesalahannya pada hari kiamat nanti.’ [(H.r. Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Baihaqi dari Abu Hurairah. Hadis ini dinilai sahih oleh As-Sakhawi dalam Al-Maqashid Al-Hasanah, no. 465; oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’, no. 1333 dan dalam Silsilah Shahihah, no. 2614; dan oleh Muqbil Al-Wadi’i dalam Shahih Musnad, no. 1373).”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ู…َู†ْ ุฃَู‚َุงู„َ ู…ُุณْู„ِู…ًุง ุฃَู‚َุงู„َู‡ُ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَุซْุฑَุชَู‡ُ ูŠَูˆْู…َ ุงู„ْู‚ِูŠَุงู…َุฉِ
Siapa yang menerima pengembalian barang dari seorang muslim, maka Allah akan mengampuni kesalahannnya di hari kiamat. (HR. Ahmad 7431, Ibnu Hibban 5030 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Jadi jangan marah, uring2an atau pun kecewa kalau ada yang tidak jadi beli produk kita atau membatalkan, insyaAllah akan Allah ganti dari arah yang tidak di sangka-sangka, dan semuanya bernilai pahala.

Jadilah pedagang yang jujur & amanah..

Berdagang bukan masalah untung dan rugi tapi surga dan neraka..

Dan kata ustadz Erwandi bagi umat muslim belajarlah, kalian harus tahu tentang Syariat Islam, sebelum melakukan akad maka pelajari dulu hukumnya..

✍๐ŸปPedagang Muslim


Konsultasi perumahan syariah silahkan kirim WA ke +62 838-1515-9724