Rumah MBR yang Dibangun Pengembang Lebih Banyak Dibanding Pemerintah
Proyek rumah subsidi Karangploso Townhouse, Batu, Malang, dibangun di total lahan seluas 11 hektar. Jumlah rumah yang akan dibangun sekitar 923 unit.
Program Satu Juta Rumah yang selama ini digiatkan oleh pemerintah dinyatakan sudah melampaui target. Berdasarkan data per hari Senin (3/12/2018), Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengklaim jumlah total rumah yang dibangun sebanyak 1.076.856 unit.
Angka itu terdiri dari rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) 729.876 unit dan rumah non-MBR sejumlah 346.980 unit.
Namun, meski program ini dicanangkan oleh pemerintah, jumlah rumah MBR yang dibangun oleh pengembang ternyata lebih banyak dibanding yang dikerjakan pemerintah. Tercatat pengembang swasta dan pelat merah atau BUMN membangun 447.364 unit, sedangkan pemerintah melalui Kementerian PUPR mengerjakan 161.299 rumah yang terdiri dari 12.208 unit rusunawa, 1.189 unit rumah khusus, dan 147.902 unit rumah swadaya.
Menanggapi hal itu, Sekjen DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, peran pengembang swasta dalam pembangunan rumah MBR ini merupakan wujud partisipasi demi terbangunnya rumah berkualitas, layak huni, dan terjangkau.
"Kami berkonsentrasi membangun rumah untuk MBR karena ingin menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa inilah rumah yang terjangkau,” ujar Totok, panggilan akrabnya, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (7/12/2018).
Dia mengaku, partisipasi pengembang swasta seperti ini di Indonesia merupakan satu-satunya di dunia. Di negara lain, rumah MBR hanya dikerjakan oleh pemerintah. "Pemerintah juga mendukung swasta supaya menghadirkan hunian yang berkualitas dan sesuai permintaan masyarakat," imbuh Totok.
Adapun pencapaian untuk rumah bagi MBR ini yaitu 68 persen dari target yang ditentukan sebesar 70 persen.
Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724
Sumber :
https://properti.kompas.com/read/2018/12/07/153933621/rumah-mbr-yang-dibangun-pengembang-lebih-banyak-dibanding-pemerintah.
Friday, December 7, 2018
Harga Properti Termahal
Hongkong, Tokyo, dan Singapura menjadi kota yang harga propertinya paling mahal di Asia, sedangkan Kuala Lumpur, Manila, dan Jakarta merupakan kota dengan harga properti yang cukup kompetitif alias terjangkau.
Julius Baer melaporkan hasil survei yang dilakukan pada 2018 dan terangkum dalam Wealth Report Asia 2018. Hongkong mempertahankan posisinya sebagai kota termahal untuk properti kelas atas di Asia.
Selama setahun terakhir, harga properti terus meningkat, mencapai 54.307 dollar AS atau sekitar Rp 787 juta per meter persegi. Baca juga: Investor Hongkong Akuisisi Mal Beijing Rp 5,3 Triliun Angka itu melampaui harga di Tokyo, yakni 40.878 dollar AS atau lebih kurang Rp 592 juta per meter persegi.
Rupanya kontrol yang ketat terhadap investasi dan perubahan dalam aturan pajak di China tidak menghalangi arus permodalan. Terlebih lagi, persediaan properti mewah cukup terbatas sehingga harganya terus memlonjak.
Sementara itu, Kuala Lumpur dilaporkan sebagai kota dengan harga properti yang paling kompetitif. Meski harga properti di sana relatif stabil dengan perubahan hanya 0,1 persen dalam mata uang lokal, tetapi nilai kurs ringgit terhadap dollar AS semakin menguat 9,3 persen.
Hal itu membuat respons terhadap pasar properti Kuala Lumpur terus membaik. Perekonomian dan pasar tenaga kerja Malaysia yang semakin menguat mendorong bertambahnya para pembeli properti. Selain itu, para pengembang juga memiliki kesempatan besar untuk mempromosikan proyek mereka kepada konsumen di seluruh wilayah Malaysia.
Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724
Sumber :
https://properti.kompas.com/read/2018/12/06/102813021/harga-properti-termahal-asia-ada-di-hongkong.
Julius Baer melaporkan hasil survei yang dilakukan pada 2018 dan terangkum dalam Wealth Report Asia 2018. Hongkong mempertahankan posisinya sebagai kota termahal untuk properti kelas atas di Asia.
Selama setahun terakhir, harga properti terus meningkat, mencapai 54.307 dollar AS atau sekitar Rp 787 juta per meter persegi. Baca juga: Investor Hongkong Akuisisi Mal Beijing Rp 5,3 Triliun Angka itu melampaui harga di Tokyo, yakni 40.878 dollar AS atau lebih kurang Rp 592 juta per meter persegi.
Rupanya kontrol yang ketat terhadap investasi dan perubahan dalam aturan pajak di China tidak menghalangi arus permodalan. Terlebih lagi, persediaan properti mewah cukup terbatas sehingga harganya terus memlonjak.
Sementara itu, Kuala Lumpur dilaporkan sebagai kota dengan harga properti yang paling kompetitif. Meski harga properti di sana relatif stabil dengan perubahan hanya 0,1 persen dalam mata uang lokal, tetapi nilai kurs ringgit terhadap dollar AS semakin menguat 9,3 persen.
Hal itu membuat respons terhadap pasar properti Kuala Lumpur terus membaik. Perekonomian dan pasar tenaga kerja Malaysia yang semakin menguat mendorong bertambahnya para pembeli properti. Selain itu, para pengembang juga memiliki kesempatan besar untuk mempromosikan proyek mereka kepada konsumen di seluruh wilayah Malaysia.
Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724
Sumber :
https://properti.kompas.com/read/2018/12/06/102813021/harga-properti-termahal-asia-ada-di-hongkong.
Subscribe to:
Comments (Atom)