Thursday, December 24, 2020

Rumah Paku Berdiri di Tengah Jalan

Kisah 'Rumah Paku', Berdiri di Tengah Jalan Akibat Pemilik Tolak Pindah


Tolak Digusur, Rumah Ini Berada di Tengah Jalan Raya


Sebuah kota di China membuat jalan tol di sekitar sebuah rumah. Tepatnya membuat bangunan itu berada di tengah jalan. Mengapa demikian?

Alkisah, sang pemilik merasa pihak jalan tol tidak dapat memberikan opsi terbaik agar dia bisa pindah. Alhasil si empunya bangunan menolak untuk menjualnya kepada pemerintah selama satu dekade.

Rumah di tengah jalan itu salah satu bangunan yang kerap dijuluki "rumah paku" di China. Atau 'dingzihu' dalam bahasa Mandarin - di mana pemilik rumah menolak kompensasi dari pengembang atas pembongkarannya.

Rekaman yang dirilis oleh media lokal menunjukkan properti itu terjepit di antara dua sayap Jembatan Haizhuyong yang baru dibuka di kota metropolitan Guangzhou di Provinsi Guangdong, seperti yang dikutip dari Daily Mail, Selasa, (10/8/2020).

Rumah satu lantai itu memiliki bangunan seluas 40 meter persegi (430 kaki persegi) dan terletak di  tengah-tengah jalur lalu lintas empat jalur, menurut stasiun TV Guangdong.

Pemilik rumah, yang dikenal dengan nama marga Liang, mengatakan dia tidak setuju untuk pindah karena pemerintah gagal menawarinya properti pengganti di lokasi yang ideal. Dia mengaku tak masalah menghadapi konsekuensinya, dan tidak keberatan dengan apa yang orang lain pikirkan.

"Anda pikir lingkungan ini tidak layak tinggal, tetapi saya merasa itu tenang, bebas, menyenangkan dan nyaman," katanya.

Menurut pengakuan orang terdekat si pemilik rumah kepada stasiun TV Guangdong, Liang menuntut pemerintah memberikannya empat apartemen, tetapi pemerintah hanya menyetujui dua.

Menurut wawancara lain yang direkam oleh Pear Video, dia mengklaim pemerintah telah menawarkan akomodasi pengganti rumahnya, namun letaknya di sebelah kamar mayat, dan itulah mengapa dia tidak berkenan pindah.

'Rumah paku' telah memicu sensasi internet di China setelah rekaman dan gambarnya muncul di media sosial.

Pemerintah Distrik Haizhu mengatakan pada hari Kamis bahwa para pejabat sejatinya sudah mengalokasikan plot di Jalan Huandao untuk dihancurkan pada tahun 2010 untuk membangun Jembatan Haizhuyong, lapor Guangzhou Daily.

Liang adalah satu-satunya orang dari total 47 rumah tangga dan tujuh perusahaan yang masih tinggal di sana. Yang lainnya telah pindah pada September lalu, kata para pejabat.

Pihak berwenang mengklaim telah menawarkan kepada penduduk banyak kandidat flat serta skema kompensasi tunai, tetapi dia menolak semuanya.

Mereka menambahkan bahwa para insinyur telah mempelajari masalah keselamatan yang relevan sebelum membangun jalan layang.

Pemerintah berjanji untuk terus berkomunikasi dengan Liang.


Sumber :

https://www.liputan6.com/global/read/4327083/kisah-rumah-paku-berdiri-di-tengah-jalan-akibat-pemilik-tolak-pindah

Sunday, September 13, 2020

The Twins House by DELUTION


The house is located in Cipulir, with 70 sq meters and a densely populated environment. Just walk through the alley with 1,5 sq meters or by the motorcycles. Two Houses were built in this land for two families consisting of 4 people (a couple of husband and wife and also two children), and a woman with disabilities. The Twins is adopted from the house concept of brothers-sisters.

The Twin House concept raised to clarify the building shape response with the surrounding environment. Each family needs privacy, spaces, and harmony of two buildings on the same land. THE TWINS concept evince the relation between “brother-sister” through a similar shape but a different size. Two bedrooms with a toilet in each of it, kitchen and dining area for 4 family members.

Meanwhile, the other house has one bedroom with a toilet, and a living room. The public area spaces were made to get around the narrow land in this building. Every family who lives in this Twin House has its own privacy zone but still can communicate with each other. The public areas are connected through the access of each house.


Sumber:

https://www.archdaily.com/925887/the-twins-house-delution

The Twins di Cipulir Dapat Penghargaan dari New York

Berapa Biaya Bangun Rumah di Gang Cipulir yang Sabet Penghargaan Dunia?

Minggu, 13 Sep 2020 14:07 WIB


The Twins, sebuah rumah kecil di dalam gang pemukiman padat Cipulir, Jakarta Selatan berhasil mendapatkan penghargaan kelas dunia. Rumah garapan perusahaan arsitektur Delution ini mendapatkan penghargaan pada gelaran Artichizer Award.

Rumah yang berlokasi pada salah satu gang sempit di Cipulir, Jakarta Selatan ini memenangi kategori Small Architecture+ Small Living by People Choice. Usut punya usut, meski menarik perhatian masyarakat dunia, pembangunan rumah ini cuma menelan dana Rp 450 juta.

Melansir dari keterangan perusahaan pada website delution.co.id, Minggu (13/9/2020), CEO Delution Muhammad Egha menjelaskan pihaknya menggunakan konsep rumah tumbuh pada saat membangun The Twins. Rumah dibangun bertahap sesuai dana yang sudah ada.

Setidaknya, The Twins sendiri dibangun dalam tiga fase sejak 2018 hingga 2019. Fase I menelan anggaran sebesar Rp 150 juta.


Kemudian, di tahap II yang sudah termasuk pembangunan atap, menghabiskan anggaran sebesar Rp 200 juta. Tahap terakhir Rp 100 juta, jadi kalau ditotal jumlah budget yang digunakan untuk membangun The Twins cuma Rp 450 juta.

"Kami menyadari bahwa kami perlu mengeluarkan sedikit uang ekstra untuk membangun rumah, untuk menyiasati kami mencoba merancang rumah tumbuh yang dapat dibangun dalam beberapa fase," ujar CEO Delution, Muhammad Egha.

Rumah The Twins sendiri dibangun pada lahan seluas 70 meter persegi. Dibangun di tengah pemukiman padat penduduk dengan luas bangunan 73 meter persegi.

Saking padatnya lingkungan di sekitar rumah ini, akses menuju The Twins cuma sebuah gang dengan lebar 1.5 meter, sehingga hanya dapat dicapai dengan sepeda motor ataupun berjalan kaki.

The Twins, memiliki dua bangunan dengan ukuran berbeda. Satu rumah terdiri dari dua kamar tidur dengan kamar mandi, dapur dan ruang makan untuk empat orang. Sementara rumah yang satu lagi memiliki kamar tidur dengan kamar mandi dan ruang keluarga.

Kedua bangunan itu dibangun dalam satu petak tanah, lalu dihubungkan dengan pintu kaca yang bisa dipasang dan dibuka kapan saja untuk menciptakan ruangan multiguna yang lebih luas.

Rumah ini didesain oleh tiga orang, yaitu Muhammad Egha, Hezby Ryandi, dan Fahmy Desrizal. Mereka dibantu sebuah tim teknis yang terdiri dari Haidar Majid dan Defi Andri.


Sumber :
https://finance.detik.com/properti/d-5171101/berapa-biaya-bangun-rumah-di-gang-cipulir-yang-sabet-penghargaan-dunia

Thursday, May 14, 2020

Kiat Mengontrak Rumah

Kiat Tepat Ngontrak Rumah

Ngontrak rumah atau sewa rumah jadi pilihan banyak orang sebelum akhirnya membeli rumah permanen. Meski bukan membeli, namun ternyata menyewa alias mengontrak rumah atau apartemen pun perlu ketelitian. Tujuannya, agar hunian yang ditempati bisa memberi rasa aman dan nyaman sekaligus menjadikannya serasa milik sendiri.

Oleh karenanya, Anda selaku calon penyewa sangat dituntut untuk memperhatikan segala detail propertinya dengan jeli. Jangan sampai baru beberapa minggu menempati, Anda baru sadar ada keretakan pada atap kamar tidur yang berpotensi bocor saat hujan lebat dan kondisi lainnya yang di luar ekspektasi awal.

Dari pemaparan artikel ini, Anda akan mengetahui beberapa hal berikut ini:

1. Persiapkan Keuangan
Buat pembukuan bulanan mengenai pengeluaran biaya hidup setiap bulan termasuk biaya transportasi, asuransi, rekening listrik, dan biaya langganan saluran TV kabel (jika menggunakan). Dengan begitu Anda dapat menentukan besar kemampuan dalam membayar uang kontrakan setiap bulannya. Kemudian, buat perhitungan anggaran setidaknya untuk enam bulan pertama ditambah biaya deposit untuk pengeluaran tak terduga.

2. Buat Daftar Pilihan
Anda bisa melakukan pencarian lengkap di Rumah.com mulai dari spesifikasi lengkap, harga, foto rumah luar-dalam, alamat, fasilitas, hingga nomor telepon penyewa. Setelah merangkum daftarnya, Anda bisa mendatangi langsung lokasi rumah sewa untuk melihat kondisinya aslinya. Langkah ini penting untuk dilakukan sebagai seleksi awal dari rumah yang paling tepat untuk Anda sewa nantinya.

3. Temukan Unit Kontrakan yang Pas
Sebaiknya cari kontrakan yang paling dekat dari tempat beraktivitas sehari-hari. Kemudian saring pencarian sesuai dengan bujet bulanan yang telah Anda perhitungkan. Jika ada beberapa unit yang sesuai selera, langsung hubungi kontak yang tersedia dan datangi ke lokasi. Cara ini bisa menghemat waktu untuk Anda yang butuh kontrakan cepat.

4. Ajukan Sejumlah Pertanyaan
Ketika sedang survei usahakan untuk aktif dalam bertanya, mulai dari fasilitas dan layanan yang didapat sampai dengan peraturan atau larangan yang berlaku. Beberapa pemilik hunian biasanya melarang penyewa membawa hewan peliharaan, merokok, atau pulang terlalu larut. Dengan begitu, Anda akan memperkecil kemungkinan untuk menyesal di kemudian hari.

5. Surat Persetujuan Kontrak
Beberapa pemilik hunian ada yang membuat surat persetujuan kontrak yang harus ditanda tangani hitam di atas putih. Dengan menandatangani surat tersebut, Anda dianggap paham dan menyetujui setiap poinnya. Untuk itu Anda harus membaca pelan-pelan dan memahami isinya sebelum yakin untuk membubuhkan tanda tangan.

6. Uang Deposit
Beberapa pemilik hunian juga ada yang mewajibkan penyewa untuk menyetor uang deposit. Uang deposit ini memiliki tujuan sebagai jaminan bila sewaktu-waktu penyewa merusak properti atau furniture di dalamnya. Karena bersifat jaminan, maka uang deposit harus dikembalikan jika Anda selesai mengontrak di unit hunian tersebut.

7. Inventori
Meskipun unit yang disewa tidak berisi perabot, namun inventori sebuah properti tetap harus dijabarkan secara detail. Caranya, dengan memotret kondisi interior sebelum dan setelah ditempati. Misalnya kondisi dinding atau lantai yang sebelumnya halus dan bersih. Apabila selesai masa sewa ditemukan noda atau retakan pada properti interior maka pihak penyewa bisa dikenakan biaya perbaikan.

8. Periode Pembayaran
Uang kontrakan bisa dibayar per tahun atau per bulan, tergantung kebijakan pemilik hunian. Telat membayar uang sewa bisa menjadi masalah serius yang bisa berujung di pengadilan. Jika ada masalah dengan properti, jangan menunda pembayaran karena bisa menempatkan Anda di posisi yang sulit. Lakukan komunikasi yang baik dengan pemilik hunian supaya tidak ada masalah hukum yang membelit.

9. Perawatan Rumah
Hal terakhir yang perlu dibuat perjanjian secara tertulis antara pemilik dan penyewa adalah perawatan rumah. Jangan sampai biaya perawatan dan kerusakan rumah dibebankan hanya kepada penyewa. Umumnya, pembagian ongkos perawatan rumah dibagi menjadi 50:50.

10. Jasa Broker Properti
Jika dirasa Anda tidak memiliki banyak waktu dalam proses pencarian dan persiapan, jasa broker properti bisa jadi solusinya. Atau jika Anda masih buta mengenai lokasi yang bagus dan mudah menjangkau fasilitas lengkap, maka Anda mungkin butuh bantuan broker properti.

11. Penghuni
Tidak ada salahnya memberi informasi kepada pemilik rumah dengan siapa Anda tinggal, baik itu orang tua, kakak, adik atau pasangan. Selain itu, jika ingin memelihara hewan peliharaan, jangan lupa meminta izin kepada pemilik rumah. Beberapa hewan seperti kucing atau anjing bisa meninggalkan noda dan bau yang berbeda pada hunian kontrak Anda. Meski terlihat sepele, namun hal rinci seperti ini bisa saja memicu permasalahan.

12. Renovasi
Masalah bagi sebagian besar pengontrak rumah adalah dilema ketika hendak melakukan renovasi terhadap rumah sewanya. Jika ingin melakukan beberapa perubahan seperti pengecatan rumah atau tekstur dinding, Anda harus bertanya dan menyepakatinya dengan pemilik rumah terlebih dulu.

13. Kenaikan Harga Sewa
Di kawasan strategis, seperti dekat dengan perkantoran dan pusat perbelanjaan, biasanya rumah sewa laris manis. Di kawasan inilah para pemilik rumah cenderung terus menaikkan harga sewa karena mereka bisa melakukannya. Untuk itu, Anda sebagai calon penyewa sebaiknya melakukan survei terlebih dahulu sebelum menentukan rumah yang akan disewa.


Sumber :
https://www.rumah.com/panduan-properti/8-kiat-tepat-ngontrak-rumah-6661?

Thursday, April 16, 2020

Tips Investasi Properti di Kawasan Sekitar Kota

Tips Investasi Properti di Kawasan Sekitar Kota Mandiri

Tips investasi properti di kawasan sekitar kota mandiri tentunya perlu dicermati bagi Anda yang tengah mencari peluang investasi yang aman namun pasti menguntungkan.

Ya, ini adalah peluang yang wajib Anda lirik mengingat ceruk bisnis investasi properti di ibukota kian hari kian terasa sulit karena semakin terbatasnya lahan dan harga yang terus naik gila-gilaan.

Gunakan kalkulator KPR persembahan Rumah.com untuk hitung-hitungan cicilan KPR Anda.

Nah, investasi properti di kawasan sekitar kota mandiri atau perumahan dengan konsep terpadu bisa dibilang salah satu opsi investasi yang paling masuk akal, baik dari sisi harga, keunggulan, dan jelas menjanjikan keuntungan. Asal tahu saja, kota mandiri juga setara kota besar lainnya karena dapat memenuhi segala kebutuhan penghuninya karena dilengkapi banyak infrastruktur pendukung.

Apalagi kini juga semakin banyak pengembang properti yang berupaya mewujudkan kota mandiri yang terintegrasi. Tidak hanya di Jabodetabek saja, namun sejumlah pengembang nasional besar juga ada yang mengaplikasikan konsep Township (kota mandiri) di beberapa kota. Misalnya Ciputra dan Lippo Group.

Berawal dari area BSD dan Bintaro yang bisa dianggap sebagai kota mandiri yang sukses, tren hunian seperti ini juga semakin banyak ditemukan di kota penyangga Ibukota lainnya seperti Cikarang dan Sentul. Perkembangan bisnis dan pabrik industri di dua area ini mendorong permintaan hunian yang tinggi.

Cek properti-properti berikut ini jika kamu tertarik memliki hunian di Kota Mandiri!

Sebagai contoh tengok saja kawasan Cikarang. Keberadaan berbagai kawasan industri seperti East Jakarta Industrial Park (EJIP), Kawasan Industri Jababeka, Kawasan Industri Lippo, dan lainya seolah menjadi magnet penguat tumbuhnya hunian-hunian seperti Kota Jababeka dan Delta Mas yang terus mengembangkan proyek-proyek mereka yang terintegrasi guna membentuk kota mandiri.

Nah, jika ingin berinvestasi dengan harga hunian yang lebih ringan namun tetap menjanjikan keuntungan, beli hunian saja di kawasan sekitar kota mandiri. Penasaran mengapa investasi properti di kawasan sekitar kota mandiri pasti menguntungkan? Simak keuntungannya berikut ini.

Harga Lebih Manusiawi
Hunian yang berada di kota mandiri bisa lebih murah karena harga lahannya terbilang lebih rendah jika dibandingkan pusat kota. Inilah yang membuat kota penyangga sering menjadi sasaran pengembangan rumah atau apartemen. Nah, harga hunian di kawasan sekitar kota mandiri tentunya akan lebih murah lagi.

Fasilitas Bersaing
Sekalipun berada di pinggiran kota, fasilitas penunjang yang ditawarkan hunian di kota mandiri pun tak kalah lengkap dan modern. Bahkan, sampai ada yang memiliki taman luas dan pusat rekreasi sendiri. Tak sedikit pula yang dikembangkan sebagai kawasan terpadu, sehingga antara pusat perkantoran, sekolah, rumah sakit, dan fasilitas publik lainnya berada dalam satu wilayah.

Nah, hunian di kawasan sekitar kota mandiri tentunya juga bisa turut menikmati semua fasilitas penunjang di atas. bahkan hingga ke sarana pendidikan juga.

Konsep hunian TOD merupakan program pengembangan kawasan properti yang memaksimalkan fungsi transportasi massal, seperti commuter line, MRT, dan LRT. Ketahui lebih jauh lewat video berikut ini.

Akses Langsung ke Ibukota
Kawasan hunian kota mandiri umumnya juga sudah terkoneksi dengan layanan transportasi menuju ibukota. Terlebih untuk yang berada di kawasan Jabodetabek yang akan segera terhubung dengan moda transportasi massal seperti MRT dan LRT. Dan secara otomatis, hunian di kawasan sekitar juga akan menikmati layanan transportasi publik ini.

Nilai Jual Kembali Tinggi
Ini yang paling penting, kawasan kota mandiri yang dikelola pengembang yang profesional umumnya akan menjelma menjadi kawasan modern dan makin terus diminati dalam tempo 10-20 tahun ke depan. Dan hal ini tentunya juga akan berimbas terhadap harga hunian di kawasan sekitarnya.


Sumber :
https://www.rumah.com/panduan-properti/investasi-properti-di-kota-mandiri-pasti-menguntungkan-8468

Monday, February 10, 2020

Kelebihan dan Kekurangan Tinggal di Apartemen


Saat ini bisa dibilang cukup jarang mendapatkan perumahan di tengah kota terutama di kota-kota besar dan metropolitan. Hal ini dikarenakan ketersediaan lahan yang terbatas dan harganya yang relatif lebih tinggi ketimbang di lahan-lahan pinggiran. Apa saja kelebihan dan kekurangan tinggal di apartemen? Yuk simak kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan Tinggal di Apartemen

Berdekatan dengan lokasi kerja
Para pengembang biasanya memilih lokasi pembangunan apartemen di tempat-tempat strategis yang dekat dengan pusat perkantoran, pendidikan, dan pusat pemerintahan.

Kalangan pengembang tahu betul pasar hunian apartemen akan banyak dicari oleh para pekerja kantoran, mahasiswa, hingga kalangan pegawai negeri sipil (PNS) yang ingin tinggal berdekatan dengan lokasi mereka bekerja.

Harga relatif lebih rendah
Harga apartemen relatif lebih rendah dibandingkan dengan rumah tapak. Sebab, konsumen apartemen hanya membeli bangunan saja. Sementara konsumen rumah tapak membeli bangunan beserta lahan atau tanahnya.

Dari sini bisa dibedakan mana yang lebih mahal dan mana yang lebih murah harganya. Artinya membeli hunian tanpa lahan akan jauh lebih rendah dibanding rumah biasa.

Tak direcoki tetangga
Bagi Anda yang biasa risih dengan recokan tetangga, maka memilih tinggal di apartemen merupakan pilihan tepat. Kebanyakan para penghuni yang tinggal di apartemen biasanya tak mau ikut campur urusan tetangganya. Berbeda dengan tinggal di rumah tapak, biasanya sebagian para tetangga ingin serba tahu urusan orang lain.

Keamanan cukup maksimal
Tinggal di apartemen sejauh ini memang cukup aman. Lantaran, personel keamanan yang boleh dibilang cukup maksimal selama 24 jam. Selain itu, biasanya juga pihak pengelola apartemen memasang CCTV di setiap area.

Kemanan di apartemen ini biasanya cukup ketat. Karena, setiap orang yang masuk harus melewati beberapa tahapam penjagaan petugas.

Fasilitas lumayan banyak
Tinggal di apartemen juga memiliki kelebihan dari segi fasilitas antara lain kolam renang, lobi, lapangan tenis, taman hingga arena bermain anak.

Fasilitas-fasilitas tersebut mungkin jarang ditemukan jika Anda membeli rumah biasa di perumahan tapak pada umumnya. Fasilitas lain yang juga sering diberikan pihak pengelola adalah adanya wifi gratis di titik-titik tertentu.


Kekurangan Tinggal di Apartemen

Tak punya lahan sendiri
Namun, selain banyak kelebihan yang bisa dinikmati ketika tinggal di apartemen, Anda juga akan mengalami beberapa kekurangannya yakni Anda tidak punya tanah sendiri.

Jika tinggal di rumah tapak Anda bisa membuat taman atau mempercantik area lahan yang tersisa, maka tidak demikian ketika Anda tinggal di apartemen. Karena tidak ada lahan sama sekali, maka Anda tidak bisa berbuat banyak untuk mengotak-atik lahan yang ada.

Jarang berinteraksi sosial
Bagi Anda yang biasa hidup bermasyarakat atau berinteraksi dengan tetangga, maka dipastikan jika Anda tinggal di apartemen akan jarang berkomunikasi dengan tetangga.

Para penghuni apartemen cenderung senang menghabiskan waktunya di dalam ruangan ketimbang bercengkrama bersama tetangga. Kalau pun ke luar ruangan, biasanya mereka nongkrong di lobi atau ke mal-mal terdekat.

Biaya perawatan lumayan lebih tinggi
Kekurangan dari apartemen ini juga membebankan kepada penghuni untuk mengeluarkan kocek lebih besar untuk biaya perawatan seperti biaya listrik, air, kebersihan hingga biaya langganan parkir.

Berbeda dengan tinggal di rumah tapak, Anda tidak perlu bayar parkir karena sudah punya garasi sendiri. Anda juga tidak perlu bayar biaya air karena Anda bisa membuat pompa sendiri atau juga bisa berlangganan PDAM yang jauh lebih murah.

Ruang terbatas
Seperti dikatakan di atas, tinggal di apartemen memang serba terbatas. Ruang yang ditempati merupakan keseluruhan bangunan. Yang tersisa paling hanya ruang untuk menjemur pakaian.

Dengan demikian, Anda tidak akan punya halaman rumah, taman atau teras yang bisa Anda gunakan. Berbeda jika Anda tinggal di rumah tapak yang memiliki banyak ruang untuk bisa dinikmati.

Gangguan sinyal telekomunikasi
Tak jarang para penghuni apartemen kesulitan mendapatkan sinyal telekomunikasi. Ini disebabkan karena bangunan apartemen yang tinggi berdampak pada jaringan yang masuk ke ruangan apartemen Anda.

Akses cukup sulit
Para penghuni apartemen biasanya berlomba-lomba mendapatkan unit lokasi yang paling bawah. Semakin mereka mendapatkan lantai paling bawah, maka semakin memudahkan mobilitas mereka.

Namun, bagi yang tidak kebagian unit di lantai bawah, para penghuni harus rela tinggal di apartemen di lantai-lantai atas. Ini artinya, mereka harus melewati lift untuk sampai ke apartemen yang ditempati.

Semakin tinggi lantai gedung maka semakin lama penghuni sampai di apartemennya. Beruntung jika lift yang digunakan lancar. Tak jarang kejadian lift apartemen macet dan tidak berfungsi sehingga mengharuskan para penghuni menggunakan tangga konvensional.


Sumber :
https://www.cekaja.com/info/kelebihan-dan-kekurangan-tinggal-di-apartemen/

Pertimbangan Sebelum Memilih Apartemen atau Rumah


Membeli properti butuh biaya besar sehingga harus dipikirkan dengan matang. Sebelum membeli properti, pertimbangkan properti seperti apa yang dibutuhkan dan di mana lokasi yang diinginkan. Jenis hunian yang Anda beli sudah tentu akan ditempati dalam waktu yang lama.

Umumnya properti yang digunakan sebagai hunian terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
  • Hunian vertikal, seperti apartemen, rumah susun, atau kondominium.
  • Rumah tapak.

Dasar keputusan membeli jenis hunian adalah kebutuhan dan tujuan jangka panjang seperti apa yang ingin dicapai. Sebab hak dan kewajiban yang terkait dengan hunian vertikal dan rumah tapak tidaklah sama. Bahkan, ada perbedaan antara rumah tapak dan hunian vertikal yang menambah atau mengurangi daya tarik masing-masing. Membeli tempat yang paling sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan adalah pertimbangan yang penting.

Pertimbangan umum yang biasanya digunakan sebelum membeli hunian, di antaranya:
  • Lokasi dan biaya.
  • Luas bangunan yang diinginkan.

Pentingnya memerhatikan pertimbangan di atas karena rumah akan menjadi tempat yang akan dihuni dalam jangka waktu yang lama.


Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memilih Apartemen atau Rumah
Sebelum memilih jenis hunian yang ingin dibeli, ada baiknya juga mempertimbangkan beberapa hal berikut ini.

1. Pahami Status Hak Milik Rumah dan Apartemen
Status hak milik rumah dan apartemen perlu diketahui lebih dulu oleh calon pembeli. Membeli rumah tapak sama artinya dengan memiliki rumah dan tanahnya sekaligus. Sementara membeli apartemen, Anda hanya memiliki ruangan di dalamnya.

Paling tidak Anda juga bisa menikmati fasilitas yang disediakan untuk digunakan secara bersama-sama dengan penghuni lain. Istilahnya adalah kepemilikan bersama (strata title).

2. Pertimbangkan Proses dan Biaya Pemeliharaan
Membeli rumah berarti Anda bertanggung jawab untuk semua perawatannya. Ini tentu ada kaitannya dengan biaya perawatan. Sementara membeli apartemen, pengelola yang bertanggung jawab untuk pemeliharaannya. Besarnya biaya yang dikeluarkan tergantung pada kebijakan pengelola apartemen tersebut.

3. Fitur Komunitas Apartemen Lebih Tertata dengan Rapi
Membeli dan tinggal di apartemen memiliki kelebihan seperti fitur komunitas. Fitur yang dimaksud di sini semisal lapangan tenis, kolam renang, atau fasilitas berbasis masyarakat lainnya yang menjadi lebih mudah digunakan dan dipelihara. Sementara jika membeli rumah tradisional, fitur tersebut akan mengeluarkan biaya yang mahal karena dari pembangunan hingga pemeliharaan ditanggung sendiri.


Pertimbangkan Hal Ini Juga Sebelum Membeli
Sebelum membeli jenis hunian, jangan lupa untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan dan anggaran masing-masing. Di bawah ini adalah sejumlah tips yang bisa dijadikan pedoman.
  • Pertimbangkan lokasi, apakah rumah atau apartemen yang ingin Anda beli itu berlokasi strategis atau tidak.
  • Bandingkan harga untuk mendapatkan harga terbaik sesuai dengan kondisi pasar dan kebutuhan.
  • Pertimbangkan tujuan, apakah untuk tempat tinggal atau Investasi. Apa pun tujuannya, sebenarnya membeli properti tak ada ruginya karena harga properti selalu naik. Anda bisa memanfaatkan KPR bila tidak punya dana utuh.
  • Pertimbangkan fasilitas yang ditawarkan, misalnya apakah properti yang ingin dibeli memiliki fasilitas yang lengkap, seperti sport center hingga supermarket.
  • Pertimbangkan keamanan dan perawatan. Apartemen dengan fasilitas tambahan semisal fasilitas lift membuat penghuni apartemen mengeluarkan biaya lebih untuk perawatan. Perhatikan juga segi keamanannya, apakah rawan bencana alam, gempa, dekat bandara, banjir, dan lain sebagainya.
  • Cek legalitas pengembang properti untuk menghindari kerugian akibat properti yang dibangun tidak sesuai dengan yang dijanjikan atau sengketa hukum lainnya. Untuk rumah, sertifikat Surat Hak Milik (SHM) sudah pasti harus ada. Sementara untuk apartemen, hanya diberikan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang batas waktu penggunaannya hanya sampai 20 tahun.
  • Perhatikan privasi. Apartemen lebih terjaga privasinya dibandingkan rumah. Namun, kelebihan rumah adalah Anda lebih mudah bersosialisasi dengan masyarakat sekitarnya.

Dengan mempertimbangkan faktor di atas, setidaknya Anda akan lebih spesifik lagi menentukan jenis hunian yang ingin dibeli.


Pertimbangkan Perbandingan Antara Apartemen dan Rumah

Jika Anda masih juga bingung menentukan apakah akan membeli apartemen atau rumah, coba perhatikan keuntungan membeli rumah dan apartemen berikut ini. Pilih mana yang lebih mendominasi keinginan Anda. Jika sudah, Anda bisa memutuskan untuk membeli hunian yang tepat sesuai kebutuhan dan harapan tentunya.

Keuntungan Memiliki Apartemen
1. Lokasi Lebih Mudah Dijangkau Karena Strategis dan Dekat Perkantoran
Apartemen sangat cocok bagi Anda yang memiliki mobilitas yang tinggi. Biasanya lokasi apartemen berada di tempat-tempat yang strategis di wilayah perkotaan sehingga dari segi akses akan jauh lebih cepat dan mudah.

2. Fasilitas Lebih Komplet dan Mewah
Pada umumnya, fasilitas mewah dan lengkap merupakan daya tarik yang ditawarkan apartemen. Fasilitas standar yang biasanya diberikan pengelola apartemen, di antaranya lapangan tenis, kolam renang, pusat kebugaran, tempat spa atau sauna, dan lain sebagainya.

3. Alasan Praktis Sering Kali Menjadi Tujuan Utama Membeli Apartemen
Apartemen memang memberikan solusi gaya hidup praktis bagi pembelinya. Sebab semua fasilitas yang berhubungan dengan kebersihan dan pemeliharaan gedung akan menjadi tanggung jawab pihak pengelola. Pemilik apartemen hanya cukup membayar service charge saja. Dan perlu diingat biaya tersebut tidak termasuk dalam biaya KPA bila memiliki apartemen dengan dicicil.

4. Memiliki Apartemen Meningkatkan Prestise bagi Pemiliknya
Maraknya iklan di media seolah memberikan dukungan bahwa apartemen adalah simbol kesuksesan, bentuk kemandirian finansial, dan juga status sosial yang tinggi. Jika dilihat dari lokasi dan fasilitas yang diberikan apartemen yang hampir mirip dengan hotel, memang persepsi seperti ini tidak ada salahnya.


Setelah mengetahui keuntungan membeli apartemen, Anda bisa membandingkannya dengan keuntungan membeli rumah seperti di bawah ini.

Keuntungan Memiliki Rumah
1. Membeli Rumah Artinya Membeli Lahan Juga
Dengan membeli rumah, Anda memiliki lahan untuk membuat tata ruang yang menarik, seperti taman, ruang bermain anak, tempat untuk bersantai, dan lain sebagainya. Selain itu, Anda juga dapat mengubah bentuknya sesuai dengan keinginan. Hal ini tidak bisa terjadi pada apartemen yang biasanya ruangnya terbatas dan lahannya milik bersama.

2. Rumah Punya Keunggulan Mudah Dijual Kembali
Rasa jenuh tinggal di apartemen menyebabkan rumah makin lama makin diminati masyarakat. Selain mudah untuk dijual kembali, sertifikat rumah juga bisa digadaikan saat Anda membutuhkan dana untuk kebutuhan mendesak.

3. Pemilik Rumah Merasa Lebih Nyaman Karena Punya Dua Legalitas
Pemilik rumah lebih terjamin karena punya dua kepemilikan, yaitu rumah dan tanah dalam bentuk sertifikat yang legal. Kemudahan dalam mengelola rumah dari sisi anggaran keuangan membuat rumah lebih fleksibel untuk perencanaan keuangan jangka panjang.


Sumber :
https://www.cermati.com/artikel/lebih-baik-membeli-apartemen-atau-rumah-ini-jawabannya

Wednesday, January 29, 2020

Pembangunan Rumah Sakit Darurat dalam 10 Hari

Potret Pembangunan Cepat Rumah Sakit Darurat di Wuhan dalam 10 Hari

29 Jan 2020, 12:00 WIB


China bangun rumah sakit darurat dalam hitungan hari

Banyaknya jumlah pasien terinfeksi Virus Corona di Wuhan, China, membuat pemerintah setempat bergerak cepat menanganinya. Melansir dari Elite Readers, Rabu (29/1/2020), setidaknya telah ada 4500 orang terjangkit dan 106 meninggal dunia akibat Virus Corona.

Pemerintah setempat saat ini bahkan tengah membangun rumah sakit darurat yang dikhususkan untuk menangani pasien yang terjangkit Virus Corona.

Ribuan pekerja dan ratusan alat berat telah dikerahkan untuk membangun rumah sakit darurat seluas 25.000 meter persegi yang akan dilengkapi dengan 1.000 tempat tidur. Dikerjakan dalam waktu 10 hari, rumah sakit ini ditargetkan akan siap beroperasi pada 3 Februari mendatang.

Potret pembangunan cepat rumah sakit darurat ini pun sedang menjadi sorotan publik, tak sedikit yang takjub dengan kerja cepat China. Terlebih lagi rumah sakit tersebut dapat selesai dalam hitungan hari.


Sumber :
https://www.liputan6.com/citizen6/read/4166384/potret-pembangunan-cepat-rumah-sakit-darurat-di-wuhan-dalam-10-hari

Platform RoomMe

Platform RoomMe Memaksimalkan Rumah Kost
by Herning Banirestu - January 28, 2020

Bagi pemilik rumah yang tidak digunakan, ide bisnis rumah kost tentu menarik. Hanya saja mendapat penyewa bukan perkara mudah juga. Platform RoomMe menjembatani pemilik aset dengan mereka yang membutuhkan kamar sewa untuk kost.

RoomMe dibangun oleh Glen Ramersan, yang juga Chief Executive Officer RoomMe sejak 2017 bersama keempat temannya yaitu Arifin Daniel, Daniel Basuki, Eric Arifin dan Winoto Hartanto. Sebagai operator virtual kost-kostan bisa dibilang tumbuh pesat dalam dua tahun terakhir, karena sudah ratusan pemilik kos-kosan yang telah digandeng. “Ada ratusan pebisnis kost di Jabodetabek yang telah sukses mengembangkan bisnis kost bersama RoomMe,” kata Glen (28/01/2020).

Tahun 2020, dia menargetkan bisa menggandeng ribuan pengelola kost dengan wilayah hingga ke puluhan kota lain di luar Jabodetabek seperti Bandung, Bali, Surabaya, Medan, Makassar, dan sebagainya.

“Keunggulan kami adalah menghadirkan layanan kost berstandardisasi, yang didukung oleh teknologi dan fitur layanan mutakhir untuk semua kalangan,” imbuhnya. Menurutnya, dengan dukungan teknologi layanan kos-kosan menjadi lebih terstandar kenyamanannyadan bagi pelaku atau pengelola kos-kosan bisa tumbuh bisnisnya lebih baik lagi karena manajemen operasional dan pengelolaan kost oleh RoomMe.

“Bisnis kos menjadi daya tarik sendiri sebagai salah satu pilihan investasi. Keberadaan sektor kost yang sudah tumbuh sejak puluhan tahun lalu mengalami begitu banyak perkembangan, bahkan telah menjadi bagian dari gaya hidup yang cukup unik dari generasi ke generasi sejak puluhan tahun lalu,” tutur Glen.

Glen mengungkapkan permintaan akan kos-kosan makin tinggi belakangan. Walau penyedia banyak, mereka tetap menghadapi ketidakstabilan pendapatan/income instability (cash flow tidak lancar, tingkat hunian tidak stabil, tunggakan sewa kost) dan kerumitan pengelolaan kos (unit kost terisi penuh, tapi tidak mendapatkan keuntungan).

Tapi dengan platform RoomMe, lanjut Glen hal ini tidak akan terjadi. “Kami menyoroti benar manajemen dan operasional terbaik untuk gedung dan rumah kos, memastikan fasilitas terjamin dan terstandardisasi dengan baik, sebagai salah satu wujud dari komitmen kami dalam menghadirkan pengalaman tinggal terbaik bagi pelanggan, melalui hadirnya ekosistem kehidupan modern,” terangnya.

Ia mengklaim pengelola kos-kosan yang bermitra dengan RoomMe akan mendapatkan pendapatan tetap (fixed income) yang stabil, bahkan cenderung meningkat setiap tahunnya. Pebisnis kost tidak lagi perlu memikirkan tingkat hunian yang rendah sehingga banyak unit kos yang tidak terisi. “Di RoomMe, kami memberikan jaminan pendapatan untuk semua pebisnis kost yang bermitra dengan RoomMe, tanpa terkecuali. Di RoomMe, kami menerapkan End-to-End Error-Free Service, yang memungkinkan pebisnis kos untuk mendapatkan kemudahan dalam menjalankan bisnis operasional kos tanpa kendala,” jelasnya.

Dengan pemahaman mendalam terhadap kost sektor dan budaya lokal Indonesia, Glen menambahkan, tantangan pengelolaan operasional kost seringkali menjadi hal yang sangat menyita waktu dan tenaga. Tak jarang pembengkakan biaya tak terduga muncul akibat perawatan gedung kost hingga perawatan fasilitas-fasilitas gedung lainnya.

“Di RoomMe itu tidak akan terjadi. Semua hal seputar manajemen kos pengurusan pajak, promosi marketing, hingga biaya operasional perawatan gedung akan difasilitasi oleh RoomMe. Penyewa kos dipastikan mendapat fasilitas standar seperti air panas (water heater), AC, TV layar datar, toiletries, hingga wifi. Dan kenyamanan pelanggan juga didukunb layanan akses nomor Whatsapps khusus dan email Hello RoomMe.

Indyastari Wikan Putri, pemilik kost mengungkapkan, bahwa usaha kost yang ia jalani sudah berjalan selama 7 tahun bersama RoomMe. “RoomMe memberikan jaminan pendapatan tetap setiap bulannya. Masalah operasional pun dibantu. Saya tunggu ekspansi RoomMe ke kota-kota lain,” katanya.


Sumber :
https://swa.co.id/swa/trends/platform-roomme-memaksimalkan-rumah-kos