Thursday, May 14, 2020

Kiat Mengontrak Rumah

Kiat Tepat Ngontrak Rumah

Ngontrak rumah atau sewa rumah jadi pilihan banyak orang sebelum akhirnya membeli rumah permanen. Meski bukan membeli, namun ternyata menyewa alias mengontrak rumah atau apartemen pun perlu ketelitian. Tujuannya, agar hunian yang ditempati bisa memberi rasa aman dan nyaman sekaligus menjadikannya serasa milik sendiri.

Oleh karenanya, Anda selaku calon penyewa sangat dituntut untuk memperhatikan segala detail propertinya dengan jeli. Jangan sampai baru beberapa minggu menempati, Anda baru sadar ada keretakan pada atap kamar tidur yang berpotensi bocor saat hujan lebat dan kondisi lainnya yang di luar ekspektasi awal.

Dari pemaparan artikel ini, Anda akan mengetahui beberapa hal berikut ini:

1. Persiapkan Keuangan
Buat pembukuan bulanan mengenai pengeluaran biaya hidup setiap bulan termasuk biaya transportasi, asuransi, rekening listrik, dan biaya langganan saluran TV kabel (jika menggunakan). Dengan begitu Anda dapat menentukan besar kemampuan dalam membayar uang kontrakan setiap bulannya. Kemudian, buat perhitungan anggaran setidaknya untuk enam bulan pertama ditambah biaya deposit untuk pengeluaran tak terduga.

2. Buat Daftar Pilihan
Anda bisa melakukan pencarian lengkap di Rumah.com mulai dari spesifikasi lengkap, harga, foto rumah luar-dalam, alamat, fasilitas, hingga nomor telepon penyewa. Setelah merangkum daftarnya, Anda bisa mendatangi langsung lokasi rumah sewa untuk melihat kondisinya aslinya. Langkah ini penting untuk dilakukan sebagai seleksi awal dari rumah yang paling tepat untuk Anda sewa nantinya.

3. Temukan Unit Kontrakan yang Pas
Sebaiknya cari kontrakan yang paling dekat dari tempat beraktivitas sehari-hari. Kemudian saring pencarian sesuai dengan bujet bulanan yang telah Anda perhitungkan. Jika ada beberapa unit yang sesuai selera, langsung hubungi kontak yang tersedia dan datangi ke lokasi. Cara ini bisa menghemat waktu untuk Anda yang butuh kontrakan cepat.

4. Ajukan Sejumlah Pertanyaan
Ketika sedang survei usahakan untuk aktif dalam bertanya, mulai dari fasilitas dan layanan yang didapat sampai dengan peraturan atau larangan yang berlaku. Beberapa pemilik hunian biasanya melarang penyewa membawa hewan peliharaan, merokok, atau pulang terlalu larut. Dengan begitu, Anda akan memperkecil kemungkinan untuk menyesal di kemudian hari.

5. Surat Persetujuan Kontrak
Beberapa pemilik hunian ada yang membuat surat persetujuan kontrak yang harus ditanda tangani hitam di atas putih. Dengan menandatangani surat tersebut, Anda dianggap paham dan menyetujui setiap poinnya. Untuk itu Anda harus membaca pelan-pelan dan memahami isinya sebelum yakin untuk membubuhkan tanda tangan.

6. Uang Deposit
Beberapa pemilik hunian juga ada yang mewajibkan penyewa untuk menyetor uang deposit. Uang deposit ini memiliki tujuan sebagai jaminan bila sewaktu-waktu penyewa merusak properti atau furniture di dalamnya. Karena bersifat jaminan, maka uang deposit harus dikembalikan jika Anda selesai mengontrak di unit hunian tersebut.

7. Inventori
Meskipun unit yang disewa tidak berisi perabot, namun inventori sebuah properti tetap harus dijabarkan secara detail. Caranya, dengan memotret kondisi interior sebelum dan setelah ditempati. Misalnya kondisi dinding atau lantai yang sebelumnya halus dan bersih. Apabila selesai masa sewa ditemukan noda atau retakan pada properti interior maka pihak penyewa bisa dikenakan biaya perbaikan.

8. Periode Pembayaran
Uang kontrakan bisa dibayar per tahun atau per bulan, tergantung kebijakan pemilik hunian. Telat membayar uang sewa bisa menjadi masalah serius yang bisa berujung di pengadilan. Jika ada masalah dengan properti, jangan menunda pembayaran karena bisa menempatkan Anda di posisi yang sulit. Lakukan komunikasi yang baik dengan pemilik hunian supaya tidak ada masalah hukum yang membelit.

9. Perawatan Rumah
Hal terakhir yang perlu dibuat perjanjian secara tertulis antara pemilik dan penyewa adalah perawatan rumah. Jangan sampai biaya perawatan dan kerusakan rumah dibebankan hanya kepada penyewa. Umumnya, pembagian ongkos perawatan rumah dibagi menjadi 50:50.

10. Jasa Broker Properti
Jika dirasa Anda tidak memiliki banyak waktu dalam proses pencarian dan persiapan, jasa broker properti bisa jadi solusinya. Atau jika Anda masih buta mengenai lokasi yang bagus dan mudah menjangkau fasilitas lengkap, maka Anda mungkin butuh bantuan broker properti.

11. Penghuni
Tidak ada salahnya memberi informasi kepada pemilik rumah dengan siapa Anda tinggal, baik itu orang tua, kakak, adik atau pasangan. Selain itu, jika ingin memelihara hewan peliharaan, jangan lupa meminta izin kepada pemilik rumah. Beberapa hewan seperti kucing atau anjing bisa meninggalkan noda dan bau yang berbeda pada hunian kontrak Anda. Meski terlihat sepele, namun hal rinci seperti ini bisa saja memicu permasalahan.

12. Renovasi
Masalah bagi sebagian besar pengontrak rumah adalah dilema ketika hendak melakukan renovasi terhadap rumah sewanya. Jika ingin melakukan beberapa perubahan seperti pengecatan rumah atau tekstur dinding, Anda harus bertanya dan menyepakatinya dengan pemilik rumah terlebih dulu.

13. Kenaikan Harga Sewa
Di kawasan strategis, seperti dekat dengan perkantoran dan pusat perbelanjaan, biasanya rumah sewa laris manis. Di kawasan inilah para pemilik rumah cenderung terus menaikkan harga sewa karena mereka bisa melakukannya. Untuk itu, Anda sebagai calon penyewa sebaiknya melakukan survei terlebih dahulu sebelum menentukan rumah yang akan disewa.


Sumber :
https://www.rumah.com/panduan-properti/8-kiat-tepat-ngontrak-rumah-6661?