Selain memiliki persentasi keuntungan yang berlipa ganda, ada beberapa catatan penting lainnya yang harus Anda ketahui tentang bisnis investasi properti ini, dan bahkan berpotensi untuk memberikan kerugian yang jauh lebih besar daripada modal yang Anda keluarkan.
Tentu saja sebagai seorang investor, Anda wajib mengetahui beberapa catatan penting dan termasuk kelemahan dalam investasi properti supaya dapat mengantisipasi kerugian dan menambah nilai jual dari properti itu sendiri.
Beban Perawatan
Sebagai investor, harusnya Anda sudah mengetahui kalau bisnis properti ini bukanlah bisnis gratsi dimana Anda tinggal membeli properti kemudian membiarkan properti tersebut berbuah seperti apa yang Anda inginkan.
Makanya, untuk membuat aset Anda ini menghasilkan pendapatan yang tidak terhingga, Anda harus memastikan properti tersebut dalam keadaan baik-baik saja dan tidak terjadi kerusakan apapun.
Selain itu, properti yang dibiarkan rusak akan membuat harga jual dari aset Anda menjadi turun, sehingga kemungkinan besar Anda akan merugi. Makanya, untuk menghindari itu semua, Anda juga harus menyediakan biaya perawatan supaya properti Anda dalam kondisi yang terawat sampai nanti benar-benar bisa dijual dan menghasilkan keuntungan yang besar untuk Anda.
Investasi Padat Modal
Investasi properti bisa juga dikatakan sebagai investasi bersifat padat modal atau capital intensive. Hal tersebut karena semakin besar modal yang ditanamkan dalam properti yang Anda miliki, maka semakin besar pula hasil yang didapatkan investasi properti tersebut. tapi perlu dicatat, ini termasuk juga kepada biaya pembanguanan, perawatan dan tentu saja fasilitas lainnya yang ada dalam aset Anda.
Keterjangkauan Investasi
Seperti kita ketahui, dalam bisnis properti, biasanya harga akan mencerminkan kondisi penawaran dan permintaan yang Anda.
Harga properti juga akan ditetapkan berdasarkan sifat-sifat pasar lokal dan adanya trend yang akan sangat memengaruhi kepada permintaan dan juga penawaran harga dari properti itu sendiri.
Dalam hal ini, Anda perlu mencermati kalau ada satu perbedaan signifikan antara menilai properti dan saham. Dimana pembelian properti ini biasanya akan melibatkan pihak ketiga, bisanya adalah Bank atau pihak lainnya yang akan mencover dulu biaya pembelian.
Biaya Transaksi yang Tinggi
Untuk bisa berinvestasi dalam sektor properti, mau tidak mau Anda harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi jika dibanding dengan berinvestasi di sektor lain. Beberapa biaya yang harus Anda penuhi adalah pajak terkait properti dan lainnya. Selain itu, Anda juga harus memiliki modal yang tinggi, untuk mendapatkan properti dengan daya jual yang tinggi.
Waktu Lama untuk Membeli
Seperti kita ketahui kalau membeli produk properti yang sesuai keinginan tidak akan bisa Anda dapatkan dalam tempo singkat, Anda harus menunggu dalam hitungan minggu, bulan atau bahkan tahun.
Hal ini juga sebenarnya sudah dijelaskan dalam sifat properti yang tidak likuid. Bahkan seorang pakar properti yang berasal dari Amerika Serikat mengatakan kalau Anda ingin berbisnis dalam properti, maka Anda harus mencari 100 properti dengan hanya memilih tiga yang terbaik untuk mendapatkan satu properti yang Anda inginkan. Perhitungan ini juga terkanndung dalam formula 100:3:1.
Terbatasnya Pengetahuan
Bisnis properti bisa disebut sebagai bisnis buta, karena mau tidak mau Anda akan memiliki pengetahuan yang terbatas yang disebabkan karena properti itu bersifat lokal. Tentu saja, harga sebuah rumah di satu tempat tidak akan sama seperti daerah lainnya.
Hal inilah yang membuat Anda sebagai investor harus benar-benar jeli dan harus membuat survei terlebih dahulu terhadap lokasi properti yang Anda incar. Jangan sampai Anda membeli properti di daerah dengan harga lebih tinggi dari standar daerah tersebut.
Penyusutan Bangunan
Mau tidak mau, investasi properti yang berbasis pada tanah dan bangunan ini akan mengalami penyusutan, walaupun dari tahun ke tahun harga jual ini akan meningkat. selain itu, Anda juga harus tahu kalau bangunan berupa rumah secara teoritis memiliki umur pakai maksimal, sehingga bangunan ini bisa saja menyusut.
Celakanya, kalau rumah Anda tidak terjual dalam jangka waktu yang lama, maka bisa-bisa banguann rumah Anda akan hancur atau minimalnya membutuhkan perbaikan. Baik itu perbaikan untuk perawatan maupun perbaikan model atau desain yang tiap waktu selalu berubah-ubah.
Hancur Bila Terjadi Bencana Alam
Kalau dibandingkan dengan investasi yang lainnya, investasi properti ini dianggap memiliki memiliki risiko kehancuran tanah dan bangunan yang bisa disebabkan alam dengan sangat tinggi. Rumah Anda bisa saja hancur karena gempa, Tsunami, tanah longsor, kebakaran dan lain-lain. Walaupun begitu, ini masih bisa Anda atasi dengan asuransi. Walaupun Anda harus membayar preminya tiap bulan.
Dengan mengetahui segala strategi dan berbagai macam potensi kerugian dalam bisnis properti ini, diharapkan Anda akan lebih bijak dan lebih dewasa lagi dalam memilih produk investasi.
Jadi ketika investasi properti Anda mengalami hambatan, maka Anda sudah siap dengan investasi lainnya untuk mencover segala kerugian yang ada. Intinya, keberanian Anda dalam berinvestasi dan perhitungan yang tepat akan membuat Anda seorang pemain besar dalam dunia investasi.
Sumber :
https://edubisnis.net/cara-melakukan-investasi-properti-dengan-cerdas-dan-benar/
Konsultasi perumahan syariah silahkan kirim WA ke +62 838-1515-9724
No comments:
Post a Comment