Bingung Bedakan KPR Syariah vs Bank Syariah? Yuk Simak 6 Perbedaan Ini!
Saat akan membeli rumah tanpa riba, maka kita menemukan pilihan : kredit pemilikan rumah atau KPR syariah atau KPR bank syariah. Terdapat perbedaan antara KPR syariah dengan KPR bank syariah.
Metode pembelian rumah KPR syariah lebih menguntungkan ketimbang lewat bank syariah, atau bahkan bank konvensional.
Jika kita mengajukan KPR ke bank, naik bank syariah atau bank konvensional, maka bakal ada tiga pihak yang bakal dilibatkan dalam proses transaksi. Pertama adalah pembeli, dalam hal ini kamu sendiri, kedua bank tempat kamu mengajukan KPR, dan yang terakhir siapa lagi kalau bukan pengembang atau yang punya proyek rumah.
Jika di bank syariah, maka perjanjian transaksinya adalah bank membeli rumah itu ke developer dan menjualnya lagi ke kamu dengan harga yang lebih tinggi. Sebagai pembeli, kamu diizinkan mencicil.
Sedangkan KPR syariah, pihak yang terlibat dalam KPR syariah cuma pembeli dan pengembang rumah aja. Jadi, si pengembanglah yang menyetujui proses kredit pembeli.
KPR Syariah tanpa BI Checking
Dengan transaksi seperti disebutkan di atas, maka KPR syariah gak melewati BI Checking. Soalnya KPR ini benar-benar gak lewat bank alias lewat developer aja.
Karena proses ini dilewatkan, maka konsekuensi yang terjadi adalah siapa aja bisa mengajukan KPR ini, termasuk mereka yang punya riwayat kredit buruk sekalipun.
Jelas aja, KPR ini menggunakan modal kepercayaan.Ketika si calon pembeli sanggup meyakinkan si pengembang, maka transaksi pun berjalan.
KPR Syariah gak mengenal bunga dan jaminan
Sekali lagi, karena ini merupakan KPR yang dilakukan di luar aturan-aturan perbankan, maka pihak-pihak pengembang yang menyediakan fasilitas ini gak bakal memberlakukan bunga.
Sekilas emang gak ada bedanya dengan bank syariah, tapi mereka menggunakan skema margin keuntungan seperti dengan bank syariah? Gak juga ternyata.
Ketika kamu membeli rumah lewat KPR bank syariah, bank tersebut pasti bakal menaikkan harga dan bikin skema cicilan bukan? Nah, di situlah bank syariah mengambil keuntungan sebagai perantara antara pengembang dan pembeli.
Lain halnya dengan KPR syariah. Di KPR yang satu ini, pengembanglah yang menetapkan harga langsung alias tanpa perantara kepada calon pembeli.
Itu sebabnya, kadang KPR ini menguntungkan. Soalnya harga yang mereka tawarkan bisa lebih murah karena gak ada pihak ketiga yang jadi perantara.
Misalkan mereka bilang harganya Rp 500 jutaan, ya emang segitu harganya. Cicilan langsung kamu bayar ke developer, bahkan ada yang siap memberikan fasilitas cicil DP.
Dengan mekanisme seperti ini, sejatinya developer atau pengembang harus menanggung risiko yang cukup besar jika ada gagal bayar.
KPR syariah cuma menggunakan satu akad
Akad yang diberlakukan di KPR bank syariah emang cukup banyak, ada yang jual-beli, sewa-beli, dan sewa. Namun di KPR syariah, cuma ada satu akad aja yaitu jual beli.
So, ketika DP udah masuk ke rekening developer, maka rumah itu udah jadi milik si debitur. Setelah itu, debitur tinggal membayar cicilan rumah hingga lunas. Sederhana bukan?
Gak ada denda
Hal lain yang menguntungkan para debitur KPR syariah adalah ketiadaan denda keterlambatan. Sebagian masyarakat emang memandang denda sebagai hal yang erat dengan riba.
Sekilas, mekanisme ini emang berisiko banget. Buat menjamin cicilan bisa lunas, kadang developer bakal memberikan bonus kepada debitur yang melakukan pembayaran tepat waktu.
Mereka juga bakal memberikan semacam dalil-dalil mengenai bahaya terlambat membayar cicilan. Atau mereka juga biasa bisa bikin kontrak soal konsekuensi-konsekuensi lain yang dihadapi debitur jika telat bayar.
Gak berlaku sita rumah dalam KPR syariah
Selain gak ada denda, KPR syariah juga gak mengenal apa yang namanya sita-menyita rumah.
Ketika ada masalah keuangan yang menimpa para debitur atau pembeli, maka bakal dilangsungkan mediasi antara keduanya. Dari mediasi tersebut, biasanya para pembeli bakal ditawarkan opsi antara lain take over yang dilakukan keluarga atau si pembeli juga bisa menawarkan aset pribadinya buat menutupi cicilannya.
Namun jika diskusi ini mengalami kebuntuan, maka pembeli pun bisa menjual rumah tersebut dengan harga yang sama ketika dia beli, buat melunasi utangnya ke pengembang. Jika ada sisa keuntungan dari penjualan rumah, maka uang itu akan menjadi hak pembeli.
Itulah enam hal yang harus kamu ketahui tentang KPR syariah dan perbedaannya dengan KPR bank syariah.
Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724
Sumber :
https://www.moneysmart.id/bagusan-mana-antara-kpr-syariah-dan-kpr-bank-syariah/
Saturday, January 26, 2019
KPR Syariah vs Bank Syariah
Friday, January 25, 2019
Rahasia Investasi Properti
Rahasia dan Fakta Investasi Properti yang Jarang Diketahui Oleh Masyarakat
Investasi merupakan pengeluaran yang berhubungan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva untuk membeli barang-barang modal dan peralatan-peralatan produksi dengan harapan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang atau masa depan.
Investasi juga sering disebut dengan istilah penanaman modal atau pembentukan modal.
Menurut teori ekonomi, investasi yaitu pembelian atau produksi dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang atau barang produksi.
Sedangkan bisnis properti merupakan sebuah bisnis yang tidak pernah mati. Hal ini disebabkan tempat tinggal merupakan sebuah kebutuhan primer manusia yang tidak akan pernah dimakan waktu.
Tetapi sesungguhnya investasi properti tidaklah seperti yang Anda bayangkan. Bukan berarti investasi properti selalu menghasilkan untung seperti yang banyak Anda lihat.
Anda perlu memperhatikan pengelolaan keuangan sehingga Anda bisa mengatasi modalnya yang cukup besar.
Dengan demikian, Anda bisa membeli properti dengan perencanaan yang matang dan tanpa utang.
Di samping itu, juga ada banyak rahasia atau fakta investasi properti yang jarang diketahui masyarakat lho. Tanpa mengetahui fakta-fakta tersebut, berinvestasi properti pun bisa berbahaya.
Dengan demikian, penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa rahasia dan fakta investasi properti seperti yang sudah dirangkum oleh Finansialku berikut ini.
Namun sebelum itu, Anda juga harus banyak mempelajari bagaimana cara melakukan perencanaan keuangan dengan baik.
Dengan melakukannya, Anda bisa mengetahui hal apa saja yang bisa Anda rencanakan secara keuangan saat ini dan masa mendatang, termasuk investasi.
Investasi properti tergolong dalam investasi real asset, di mana investasinya berupa benda yang berwujud.
Investasi tanah atau properti memang sangat populer belakangan ini. Hal tersebut dapat terjadi dengan timbulnya kelangkaan.
Bayangkan saja, tanah yang tersedia tidak akan bertambah (kecuali dilakukan proses perluasan tanah oleh pemerintah). Sedangkan populasi penduduk terus meningkat.
Artinya, permintaan akan tanah dan properti akan lebih tinggi dari persediaannya, dan mengakibatkan harganya semakin tinggi.
Beberapa hal inilah yang membuat setiap orang berlomba-lomba berinvestasi tanah dan properti.
Namun bukan berarti berinvestasi properti melulu membawa untung, ada juga risiko yang meliputinya.
#1 Menganut Prinsip Kelangkaan tapi Ada Faktor Penyusutan Bangunan
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, konsep kelangkaan berperan penting dalam investasi properti.
Dengan demikian, bisa dibilang umumnya imbal hasil investasi properti selalu positif jika Anda cerdas mencari lokasi yang baik.
Terlebih jika investasi dilakukan dalam jangka panjang, Anda bisa memperoleh keuntungan hingga berlipat-lipat.
Sehingga umumnya investasi ini memang dilakukan demi tujuan jangka panjang (misalnya: investasi demi dana pensiun).
Jika digunakan dalam waktu pendek pun bisa, umumnya bisa dilakukan dengan beberapa contoh berikut:
Memperbaiki bangunannya kemudian dijual dengan harga lebih mahal.
Membeli tanah untuk kemudian dibangun dan dijual dengan harga lebih mahal, dan masih banyak lagi.
Anda perlu berhati-hati untuk memilih lokasi yang strategis dan jangan pilih lokasi yang kemungkinan besar sulit dijual.
Hal ini dikarenakan beberapa alasan tertentu (misalnya: daerah rawan banjir, lokasinya di gang sempit yang sulit diakses kendaraan, atau tanah dekat pemakaman atau TKP pembunuhan dan perampokan).
Selain itu jangan lupakan faktor penyusutan bangunan. Artinya, bangunan pada dasarnya memiliki masa waktu alias usia.
Umumnya bangunan dapat berumur 20 hingga 40 tahun tergantung kualitas dan konstruksi bangunan.
Setelah melewati usia tersebut, bangunan dapat mengalami penyusutan atau pengurangan nilai.
#2 Potensi Penghasilan Pasif jika Tidak Mengalami Kekosongan
Anda juga bisa memperoleh pendapatan pasif saat berinvestasi properti. Misalnya saja apabila Anda menunggu masa pensiun dan memutuskan untuk mengontrakkan atau menyewakannya.
Di sini Anda memperoleh pendapatan pasif sembari tetap memiliki asset-nya (karena tanah dan bangunan tidak dijual).
Jadi bisa dibilang investasi properti punya keuntungan ganda, di mana selain nilainya yang terus meningkat, Anda juga bisa memperoleh penghasilan pasif selama belum menjualnya.
Namun lagi-lagi ini hanyalah skenario positifnya. Anda juga perlu melihat skenario negatifnya.
Skenario negatif saat berinvestasi properti adalah kemungkinan adanya kekosongan pada jangka waktu yang tidak dapat ditentukan.
Jika rumah dibiarkan kosong tanpa adanya penyewa, biasanya rumah akan cepat rusak dan tidak terawat.
Kerugian keduanya adalah tidak adanya penghasilan pasif selama Anda memiliki properti tersebut.
Jadi bisa dibilang rumah saat itu bukanlah aset melainkan hanya liabilitas (karena Anda terus membayar angsuran namun tidak ada pemasukan pasif, sehingga arus kas negatif).
Umumnya kekosongan ini disebabkan oleh 2 hal, yakni kesulitan mencari penyewa yang sesuai atau karena tidak ada permintaan penyewaan di area tersebut.
Untuk mengatasinya, cobalah menggunakan beberapa situs yang bisa membantu Anda memasarkan rumah (sewa atau jual), misalnya saja Rumah.com atau rumah123.
Dengan demikian Anda akan lebih mudah memasarkan rumah di situs yang memang pengunjungnya adalah mereka yang sedang mencari rumah.
Jadi, sebenarnya Anda harus sabar-sabar dalam mengelola investasi properti, dan direkomendasikan untuk memiliki dana darurat jaga-jaga rumah selalu kosong dan membutuhkan perawatan.
#3 Tahan akan Gerusan Inflasi tapi Perlu Dirawat
Pada praktiknya jaman dahulu, pembelian rumah adalah demi memenuhi kebutuhan primer manusia.
Namun kini sudah terjadi perubahan kepentingan di mana properti menjadi salah satu cara untuk menjaga investasi tersebut agar tidak tergerus inflasi.
Artinya, pemilik yakin membeli properti, nilai investasi tidak akan turun seperti nilai mata uang yang tergerus inflasi.
Namun meski demikian satu hal yang perlu diperhatikan jika Anda ingin properti Anda berkembang dan dapat disewakan atau dijual dengan harga tinggi: PERAWATAN.
Tanpa perawatan properti Anda akan lesu dan sepi penyewa. Dengan demikian, Anda harus membuat anggaran renovasi atau peremajaan sehingga properti senantiasa menarik dan bersih.
#4 Berbentuk Fisik Namun Tidak Likuid
Berbeda dengan investasi saham, investasi properti berbentuk real asset yang wujudnya dapat dilihat dengan jelas.
Umumnya investasi dengan fisik yang terlihat lebih digemari para investor, mengapa?
Karena Anda bisa merasa aman dengan adanya kepemilikan yang jelas.
Sebagai contohnya, anggaplah Anda membeli saham sebuah perusahaan, Anda hanya memiliki bukti kepemilikan berbentuk secarik kertas. Apabila terjadi sesuatu, bisa saja kertas itu tidak berarti lagi.
Beda halnya saat Anda memiliki barang fisik yang bisa dilihat dan disentuh, misalnya emas atau properti. Tentunya Anda akan merasa lebih tenang akibat kejelasan fisiknya.
Tapi kelemahannya adalah meski berbentuk real asset, properti termasuk sebuah aset yang tidak likuid lho.
Sehingga banyak investor yang harus memikirkan dampak jangka panjangnya yaitu uang yang mengendap.
Anda harus kembali melihat seberapa besar toleransi risiko Anda dari karakteristik diri dan kondisi keuangan. Apabila sesuai dengan investasi properti, maka Anda bisa mengambilnya.
Jangan sampai Anda mengambil investasi properti tapi tidak siap mentoleransi risikonya, yang ujung-ujungnya berakhir dengan kerugian atau aset yang mandeg (uang mengendap).
Investasi properti akan membutuhkan banyak waktu untuk bisa dijual atau menghasilkan keuntungan, sehingga bisa menjadi manajemen strategi yang buruk jika Anda belum memiliki kestabilan keuangan.
#5 Adanya Potensi Kerusakan Properti
Risiko lainnya dalam berinvestasi properti adalah adanya potensi kerusakan terhadap aset berwujud Anda.
Karena ada bentuk fisiknya, tentu bisa terjadi kerusakan akibat beberapa hal misalnya saja cuaca atau bencana alam, kebakaran, serta perampokan dan perusakan (vandalism).
Hal ini tentu harus dipertimbangkan karena biasanya membutuhkan biaya perbaikan. Sehingga jangan lupa memperhitungkannya terhadap harga jualnya kelak.
Kabar baiknya, kini sudah ada asuransi rumah yang bisa memproteksi properti Anda terhadap kerusakan.
Namun perlu diingat juga bahwa mitigasi risiko ini juga perlu dibayar.
#6 Adanya Debt Gearing
Debt gearing merupakan pertimbangan serius saat mengatasi risiko yang berhubungan dengan investasi properti.
Debt gearing tak lain adalah perbedaan antara utang yang dimiliki akibat investasi properti dan ekuitasnya dengan investasi itu sendiri.
Rasio utang terhadap ekuitas ditentukan dengan harga beli dan jumlah dana yang merupakan pinjaman. Di mana semakin jauh perbedaan antara utang dan nilai properti, semakin rendah risikonya.
Ekuitas sendiri artinya nilai dari properti Anda, yang nilainya lebih besar dari utang.
Misalnya saja utang pembelian properti Anda adalah Rp440 juta sedangkan Anda berutang Rp200 juta, maka ekuitasnya adalah Rp220 juta rupiah.
Rasio utang terhadap ekuitasnya adalah 45/55, karena utang secara kasar menempati 45% dari nilai properti tersebut.
Oleh karena itu sangat disarankan untuk menahan diri dan tidak meminjam lebih besar dari nilai yang dibutuhkan untuk meminimalisasi risiko debt gearing tersebut.
Jangan lupa juga adanya risiko peningkatan suku bunga yang akan mempengaruhi kemampuan Anda untuk membayar angsuran rumah itu.
Solusinya adalah mencari KPR atau kredit rumah dengan suku bunga tetap atau cap yang lebih lama.
Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724
Sumber :
https://www.finansialku.com/fakta-investasi-properti/
Investasi merupakan pengeluaran yang berhubungan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva untuk membeli barang-barang modal dan peralatan-peralatan produksi dengan harapan memperoleh keuntungan di masa yang akan datang atau masa depan.
Investasi juga sering disebut dengan istilah penanaman modal atau pembentukan modal.
Menurut teori ekonomi, investasi yaitu pembelian atau produksi dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang atau barang produksi.
Sedangkan bisnis properti merupakan sebuah bisnis yang tidak pernah mati. Hal ini disebabkan tempat tinggal merupakan sebuah kebutuhan primer manusia yang tidak akan pernah dimakan waktu.
Tetapi sesungguhnya investasi properti tidaklah seperti yang Anda bayangkan. Bukan berarti investasi properti selalu menghasilkan untung seperti yang banyak Anda lihat.
Anda perlu memperhatikan pengelolaan keuangan sehingga Anda bisa mengatasi modalnya yang cukup besar.
Dengan demikian, Anda bisa membeli properti dengan perencanaan yang matang dan tanpa utang.
Di samping itu, juga ada banyak rahasia atau fakta investasi properti yang jarang diketahui masyarakat lho. Tanpa mengetahui fakta-fakta tersebut, berinvestasi properti pun bisa berbahaya.
Dengan demikian, penting bagi Anda untuk mengetahui beberapa rahasia dan fakta investasi properti seperti yang sudah dirangkum oleh Finansialku berikut ini.
Namun sebelum itu, Anda juga harus banyak mempelajari bagaimana cara melakukan perencanaan keuangan dengan baik.
Dengan melakukannya, Anda bisa mengetahui hal apa saja yang bisa Anda rencanakan secara keuangan saat ini dan masa mendatang, termasuk investasi.
Investasi properti tergolong dalam investasi real asset, di mana investasinya berupa benda yang berwujud.
Investasi tanah atau properti memang sangat populer belakangan ini. Hal tersebut dapat terjadi dengan timbulnya kelangkaan.
Bayangkan saja, tanah yang tersedia tidak akan bertambah (kecuali dilakukan proses perluasan tanah oleh pemerintah). Sedangkan populasi penduduk terus meningkat.
Artinya, permintaan akan tanah dan properti akan lebih tinggi dari persediaannya, dan mengakibatkan harganya semakin tinggi.
Beberapa hal inilah yang membuat setiap orang berlomba-lomba berinvestasi tanah dan properti.
Namun bukan berarti berinvestasi properti melulu membawa untung, ada juga risiko yang meliputinya.
#1 Menganut Prinsip Kelangkaan tapi Ada Faktor Penyusutan Bangunan
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, konsep kelangkaan berperan penting dalam investasi properti.
Dengan demikian, bisa dibilang umumnya imbal hasil investasi properti selalu positif jika Anda cerdas mencari lokasi yang baik.
Terlebih jika investasi dilakukan dalam jangka panjang, Anda bisa memperoleh keuntungan hingga berlipat-lipat.
Sehingga umumnya investasi ini memang dilakukan demi tujuan jangka panjang (misalnya: investasi demi dana pensiun).
Jika digunakan dalam waktu pendek pun bisa, umumnya bisa dilakukan dengan beberapa contoh berikut:
Memperbaiki bangunannya kemudian dijual dengan harga lebih mahal.
Membeli tanah untuk kemudian dibangun dan dijual dengan harga lebih mahal, dan masih banyak lagi.
Anda perlu berhati-hati untuk memilih lokasi yang strategis dan jangan pilih lokasi yang kemungkinan besar sulit dijual.
Hal ini dikarenakan beberapa alasan tertentu (misalnya: daerah rawan banjir, lokasinya di gang sempit yang sulit diakses kendaraan, atau tanah dekat pemakaman atau TKP pembunuhan dan perampokan).
Selain itu jangan lupakan faktor penyusutan bangunan. Artinya, bangunan pada dasarnya memiliki masa waktu alias usia.
Umumnya bangunan dapat berumur 20 hingga 40 tahun tergantung kualitas dan konstruksi bangunan.
Setelah melewati usia tersebut, bangunan dapat mengalami penyusutan atau pengurangan nilai.
#2 Potensi Penghasilan Pasif jika Tidak Mengalami Kekosongan
Anda juga bisa memperoleh pendapatan pasif saat berinvestasi properti. Misalnya saja apabila Anda menunggu masa pensiun dan memutuskan untuk mengontrakkan atau menyewakannya.
Di sini Anda memperoleh pendapatan pasif sembari tetap memiliki asset-nya (karena tanah dan bangunan tidak dijual).
Jadi bisa dibilang investasi properti punya keuntungan ganda, di mana selain nilainya yang terus meningkat, Anda juga bisa memperoleh penghasilan pasif selama belum menjualnya.
Namun lagi-lagi ini hanyalah skenario positifnya. Anda juga perlu melihat skenario negatifnya.
Skenario negatif saat berinvestasi properti adalah kemungkinan adanya kekosongan pada jangka waktu yang tidak dapat ditentukan.
Jika rumah dibiarkan kosong tanpa adanya penyewa, biasanya rumah akan cepat rusak dan tidak terawat.
Kerugian keduanya adalah tidak adanya penghasilan pasif selama Anda memiliki properti tersebut.
Jadi bisa dibilang rumah saat itu bukanlah aset melainkan hanya liabilitas (karena Anda terus membayar angsuran namun tidak ada pemasukan pasif, sehingga arus kas negatif).
Umumnya kekosongan ini disebabkan oleh 2 hal, yakni kesulitan mencari penyewa yang sesuai atau karena tidak ada permintaan penyewaan di area tersebut.
Untuk mengatasinya, cobalah menggunakan beberapa situs yang bisa membantu Anda memasarkan rumah (sewa atau jual), misalnya saja Rumah.com atau rumah123.
Dengan demikian Anda akan lebih mudah memasarkan rumah di situs yang memang pengunjungnya adalah mereka yang sedang mencari rumah.
Jadi, sebenarnya Anda harus sabar-sabar dalam mengelola investasi properti, dan direkomendasikan untuk memiliki dana darurat jaga-jaga rumah selalu kosong dan membutuhkan perawatan.
#3 Tahan akan Gerusan Inflasi tapi Perlu Dirawat
Pada praktiknya jaman dahulu, pembelian rumah adalah demi memenuhi kebutuhan primer manusia.
Namun kini sudah terjadi perubahan kepentingan di mana properti menjadi salah satu cara untuk menjaga investasi tersebut agar tidak tergerus inflasi.
Artinya, pemilik yakin membeli properti, nilai investasi tidak akan turun seperti nilai mata uang yang tergerus inflasi.
Namun meski demikian satu hal yang perlu diperhatikan jika Anda ingin properti Anda berkembang dan dapat disewakan atau dijual dengan harga tinggi: PERAWATAN.
Tanpa perawatan properti Anda akan lesu dan sepi penyewa. Dengan demikian, Anda harus membuat anggaran renovasi atau peremajaan sehingga properti senantiasa menarik dan bersih.
#4 Berbentuk Fisik Namun Tidak Likuid
Berbeda dengan investasi saham, investasi properti berbentuk real asset yang wujudnya dapat dilihat dengan jelas.
Umumnya investasi dengan fisik yang terlihat lebih digemari para investor, mengapa?
Karena Anda bisa merasa aman dengan adanya kepemilikan yang jelas.
Sebagai contohnya, anggaplah Anda membeli saham sebuah perusahaan, Anda hanya memiliki bukti kepemilikan berbentuk secarik kertas. Apabila terjadi sesuatu, bisa saja kertas itu tidak berarti lagi.
Beda halnya saat Anda memiliki barang fisik yang bisa dilihat dan disentuh, misalnya emas atau properti. Tentunya Anda akan merasa lebih tenang akibat kejelasan fisiknya.
Tapi kelemahannya adalah meski berbentuk real asset, properti termasuk sebuah aset yang tidak likuid lho.
Sehingga banyak investor yang harus memikirkan dampak jangka panjangnya yaitu uang yang mengendap.
Anda harus kembali melihat seberapa besar toleransi risiko Anda dari karakteristik diri dan kondisi keuangan. Apabila sesuai dengan investasi properti, maka Anda bisa mengambilnya.
Jangan sampai Anda mengambil investasi properti tapi tidak siap mentoleransi risikonya, yang ujung-ujungnya berakhir dengan kerugian atau aset yang mandeg (uang mengendap).
Investasi properti akan membutuhkan banyak waktu untuk bisa dijual atau menghasilkan keuntungan, sehingga bisa menjadi manajemen strategi yang buruk jika Anda belum memiliki kestabilan keuangan.
#5 Adanya Potensi Kerusakan Properti
Risiko lainnya dalam berinvestasi properti adalah adanya potensi kerusakan terhadap aset berwujud Anda.
Karena ada bentuk fisiknya, tentu bisa terjadi kerusakan akibat beberapa hal misalnya saja cuaca atau bencana alam, kebakaran, serta perampokan dan perusakan (vandalism).
Hal ini tentu harus dipertimbangkan karena biasanya membutuhkan biaya perbaikan. Sehingga jangan lupa memperhitungkannya terhadap harga jualnya kelak.
Kabar baiknya, kini sudah ada asuransi rumah yang bisa memproteksi properti Anda terhadap kerusakan.
Namun perlu diingat juga bahwa mitigasi risiko ini juga perlu dibayar.
#6 Adanya Debt Gearing
Debt gearing merupakan pertimbangan serius saat mengatasi risiko yang berhubungan dengan investasi properti.
Debt gearing tak lain adalah perbedaan antara utang yang dimiliki akibat investasi properti dan ekuitasnya dengan investasi itu sendiri.
Rasio utang terhadap ekuitas ditentukan dengan harga beli dan jumlah dana yang merupakan pinjaman. Di mana semakin jauh perbedaan antara utang dan nilai properti, semakin rendah risikonya.
Ekuitas sendiri artinya nilai dari properti Anda, yang nilainya lebih besar dari utang.
Misalnya saja utang pembelian properti Anda adalah Rp440 juta sedangkan Anda berutang Rp200 juta, maka ekuitasnya adalah Rp220 juta rupiah.
Rasio utang terhadap ekuitasnya adalah 45/55, karena utang secara kasar menempati 45% dari nilai properti tersebut.
Oleh karena itu sangat disarankan untuk menahan diri dan tidak meminjam lebih besar dari nilai yang dibutuhkan untuk meminimalisasi risiko debt gearing tersebut.
Jangan lupa juga adanya risiko peningkatan suku bunga yang akan mempengaruhi kemampuan Anda untuk membayar angsuran rumah itu.
Solusinya adalah mencari KPR atau kredit rumah dengan suku bunga tetap atau cap yang lebih lama.
Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724
Sumber :
https://www.finansialku.com/fakta-investasi-properti/
Cara Memulai Bisnis Properti
Bagaimana Cara Memulai Bisnis Properti agar Cepat Sukses?
Memulai bisnis properti merupakan tantangan paling berat bagi pemula. Pasalnya, banyak hal yang disiapkan agar bisa bersaing dengan pebisnis senior.
Meski begitu, memilih bisnis properti sebagai sumber penghasilan Anda adalah pilihan tepat. Seperti kata Robert T Kiyosaki, properti tetap menguntungkan walaupun mendapatkan laba kecil.
Untuk mencapai kesuksesan di bidang usaha properti perlu kegigihan dan kesabaran. Jika harus mengawalinya dari nol, tak perlu takut. Anda bisa menerapkan cara memulai bisnis properti berikut ini supaya lebih cepat sukses seperti dikutip Orento, Jakarta, Sabtu (22/12/2018).
1. Menjadi Investor, Awal yang Baik untuk Bersaing di Segmen Bisnis Properti
Sebagai permulaan, cobalah menjadi investor properti. Walaupun investasi yang diberikan bernilai kecil, pendapatan Anda tetap akan bertambah. Nah, investasi tersebut bisa dimulai dengan membeli properti untuk disewakan. Sebagai contoh, membeli rumah untuk disewakan, membuka sewa apartemen bulanan, dan menyewakan kamar indekos.
2. Lakukan Riset Mendalam sebelum Jadi Pengembang Properti
Siapa bilang menjadi pengembang properti membutuhkan banyak modal? Anda cukup mengawali dengan membeli satu atau dua bidang tanah. Kemudian, menjual kembali tanah tersebut atau menyewakan kepada yang membutuhkan.
Namun, sebelum membeli tanah, lakukan penelitian secara mendalam tentang lokasi yang Anda incar. Pastikan, lokasi tersebut bagus untuk proyek properti, strategis, dan memiliki lingkungan positif. Upayakan juga, lokasi properti berdekatan dengan pusat keramaian, sarana transportasi, serta fasilitas umum.
3. Maksimalkan Promosi Melalui Iklan Web
Promosi kini lebih mudah karena internet makin canggih. Anda bisa membuat iklan online yang dapat diakses semua orang dari berbagai tempat. Cara ini efektif untuk memperoleh konsumen lebih cepat dalam hitungan menit.
Anda kesulitan untuk membuat iklan? Solusinya, gunakan platform penyedia jasa host properti. Manfaatkan fasilitas iklan gratis dengan panduan profesional dan pengelolaan mudah yang tersedia di antarmuka platform.
4. Menjadi Broker Properti, Jalan Pintas Sukses untuk Pebisnis Pemula
Anda sama sekali tidak punya modal untuk memulai bisnis properti? Cobalah menjadi broker atau perantara antara penyewa dengan pemilik properti. Selain praktis, broker juga bisa dijalankan paruh waktu.
Namun, bagi yang menginginkan keuntungan maksimal, sebaiknya jalankan sebagai broker full time. Ciptakan hubungan emosional dan keterikatan dengan objek bisnis agar cepat mendapatkan pelanggan. Di samping itu, sikap profesional, perencanaan, serta komunikasi pun menentukan keberhasilan Anda sebagai broker.
Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724
Sumber :
https://economy.okezone.com/read/2018/12/22/470/1994810/bagaimana-cara-memulai-bisnis-properti-agar-cepat-sukses
Memulai bisnis properti merupakan tantangan paling berat bagi pemula. Pasalnya, banyak hal yang disiapkan agar bisa bersaing dengan pebisnis senior.
Meski begitu, memilih bisnis properti sebagai sumber penghasilan Anda adalah pilihan tepat. Seperti kata Robert T Kiyosaki, properti tetap menguntungkan walaupun mendapatkan laba kecil.
Untuk mencapai kesuksesan di bidang usaha properti perlu kegigihan dan kesabaran. Jika harus mengawalinya dari nol, tak perlu takut. Anda bisa menerapkan cara memulai bisnis properti berikut ini supaya lebih cepat sukses seperti dikutip Orento, Jakarta, Sabtu (22/12/2018).
1. Menjadi Investor, Awal yang Baik untuk Bersaing di Segmen Bisnis Properti
Sebagai permulaan, cobalah menjadi investor properti. Walaupun investasi yang diberikan bernilai kecil, pendapatan Anda tetap akan bertambah. Nah, investasi tersebut bisa dimulai dengan membeli properti untuk disewakan. Sebagai contoh, membeli rumah untuk disewakan, membuka sewa apartemen bulanan, dan menyewakan kamar indekos.
2. Lakukan Riset Mendalam sebelum Jadi Pengembang Properti
Siapa bilang menjadi pengembang properti membutuhkan banyak modal? Anda cukup mengawali dengan membeli satu atau dua bidang tanah. Kemudian, menjual kembali tanah tersebut atau menyewakan kepada yang membutuhkan.
Namun, sebelum membeli tanah, lakukan penelitian secara mendalam tentang lokasi yang Anda incar. Pastikan, lokasi tersebut bagus untuk proyek properti, strategis, dan memiliki lingkungan positif. Upayakan juga, lokasi properti berdekatan dengan pusat keramaian, sarana transportasi, serta fasilitas umum.
3. Maksimalkan Promosi Melalui Iklan Web
Promosi kini lebih mudah karena internet makin canggih. Anda bisa membuat iklan online yang dapat diakses semua orang dari berbagai tempat. Cara ini efektif untuk memperoleh konsumen lebih cepat dalam hitungan menit.
Anda kesulitan untuk membuat iklan? Solusinya, gunakan platform penyedia jasa host properti. Manfaatkan fasilitas iklan gratis dengan panduan profesional dan pengelolaan mudah yang tersedia di antarmuka platform.
4. Menjadi Broker Properti, Jalan Pintas Sukses untuk Pebisnis Pemula
Anda sama sekali tidak punya modal untuk memulai bisnis properti? Cobalah menjadi broker atau perantara antara penyewa dengan pemilik properti. Selain praktis, broker juga bisa dijalankan paruh waktu.
Namun, bagi yang menginginkan keuntungan maksimal, sebaiknya jalankan sebagai broker full time. Ciptakan hubungan emosional dan keterikatan dengan objek bisnis agar cepat mendapatkan pelanggan. Di samping itu, sikap profesional, perencanaan, serta komunikasi pun menentukan keberhasilan Anda sebagai broker.
Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724
Sumber :
https://economy.okezone.com/read/2018/12/22/470/1994810/bagaimana-cara-memulai-bisnis-properti-agar-cepat-sukses
Bisnis Properti Tahun 2019
Persaingan Bisnis Properti 2019 Kian Ketat, Bagaimana Cara Menghadapinya?
Geliat properti yang cerah dan prospektif di tahun 2018 diprediksikan berlanjut hingga 2019. Meskipun muncul spekulasi bisnis properti melemah lantaran Pemilu, hal itu tidak menurunkan pasar properti.
Menurut Executive Director Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, siklus pasar properti relatif lancar. Bahkan, dia memprediksikan iklim investasi makin prospektif di kuartal II tahun 2019.
Seperti dikutip Orento, Jakarta, Minggu (6/1/2019), tahun 2018, harga properti di Jakarta sempat menurun hingga 0,39%. Hal itu terjadi bertepatan dengan momen Pilkada DKI. Peristiwa serupa juga dialami oleh wilayah Banten; ada penurunan sekitar 1% di kuartal I tahun 2018. Meski begitu, para ahli masih menganggapnya sebagai suatu kewajaran dalam siklus lima tahunan.
Lantas, bagaimana dengan momen Pemilu? Sebagian besar ahli ekonomi memprediksi, bahwa tren properti tetap stabil di tahun 2019. Siklus pasarnya pun akan mencapai titik tertinggi. Di sisi lain, mereka juga meyakini adanya pengaruh psikologis Pemilu terhadap iklim investasi.
Sensitivitas tersebut terjadi di level properti menengah ke atas. Indikasinya sudah mulai terlihat di akhir tahun 2018 ini. Para investor cenderung lama dalam mengambil keputusan investasi. Sebagian lebih memilih wait and see hingga Pemilu usai.
Associate Director Konsultan Properti Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengungkapkan, produk properti berupa gedung perkantoran dan sewa apartemen di Jakarta juga dipengaruhi iklim politik. Dia menambahkan, investor asing sebenarnya sudah melirik pasar properti nasional, tetapi menunggu hasil Pemilu.
Jika investor memilih menunggu Pemilu usai, pemburu properti dalam negeri tetap melaju di tengah arus politik yang memanas. Justru, persaingan bisnisnya makin ketat karena harga properti dan pendapatan masyarakat menemukan titik seimbang.
Karena itu, pebisnis properti mesti berbenah dan bersiap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di sektor properti tahun 2019. Pun harus berhati-hati saat menyikapi sentimen Pemilu 2019. Isunya, akan ada batasan harga di level Rp1 miliar untuk hunian mewah.
Namun, Anda tak perlu khawatir, daya beli masyarakat cenderung meningkat di tahun 2019 mendatang. Terutama dari kalangan Milenial, mereka mulai melirik segmen properti, baik untuk konsumsi, maupun bisnis.
Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk menghadapi pasar properti tahun 2019?
Kunci menghadapi persaingan di sektor properti adalah meningkatkan kinerja penjualan. Semisal, membuka promo produk untuk membangun loyalitas konsumen terhadap perusahaan Anda.
Selain itu, kreasi dan inovasi juga dibutuhkan demi melejitkan brand properti, salah satunya dengan melakukan diversifikasi produk. Kesimpulannya, segmen usaha properti akan terus bergerak meskipun kondisi dalam negeri sedang bergejolak.
Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724
Sumber :
https://economy.okezone.com/read/2019/01/04/470/2000041/persaingan-bisnis-properti-2019-kian-ketat-bagaimana-cara-menghadapinya
Geliat properti yang cerah dan prospektif di tahun 2018 diprediksikan berlanjut hingga 2019. Meskipun muncul spekulasi bisnis properti melemah lantaran Pemilu, hal itu tidak menurunkan pasar properti.
Menurut Executive Director Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, siklus pasar properti relatif lancar. Bahkan, dia memprediksikan iklim investasi makin prospektif di kuartal II tahun 2019.
Seperti dikutip Orento, Jakarta, Minggu (6/1/2019), tahun 2018, harga properti di Jakarta sempat menurun hingga 0,39%. Hal itu terjadi bertepatan dengan momen Pilkada DKI. Peristiwa serupa juga dialami oleh wilayah Banten; ada penurunan sekitar 1% di kuartal I tahun 2018. Meski begitu, para ahli masih menganggapnya sebagai suatu kewajaran dalam siklus lima tahunan.
Lantas, bagaimana dengan momen Pemilu? Sebagian besar ahli ekonomi memprediksi, bahwa tren properti tetap stabil di tahun 2019. Siklus pasarnya pun akan mencapai titik tertinggi. Di sisi lain, mereka juga meyakini adanya pengaruh psikologis Pemilu terhadap iklim investasi.
Sensitivitas tersebut terjadi di level properti menengah ke atas. Indikasinya sudah mulai terlihat di akhir tahun 2018 ini. Para investor cenderung lama dalam mengambil keputusan investasi. Sebagian lebih memilih wait and see hingga Pemilu usai.
Associate Director Konsultan Properti Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengungkapkan, produk properti berupa gedung perkantoran dan sewa apartemen di Jakarta juga dipengaruhi iklim politik. Dia menambahkan, investor asing sebenarnya sudah melirik pasar properti nasional, tetapi menunggu hasil Pemilu.
Jika investor memilih menunggu Pemilu usai, pemburu properti dalam negeri tetap melaju di tengah arus politik yang memanas. Justru, persaingan bisnisnya makin ketat karena harga properti dan pendapatan masyarakat menemukan titik seimbang.
Karena itu, pebisnis properti mesti berbenah dan bersiap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi di sektor properti tahun 2019. Pun harus berhati-hati saat menyikapi sentimen Pemilu 2019. Isunya, akan ada batasan harga di level Rp1 miliar untuk hunian mewah.
Namun, Anda tak perlu khawatir, daya beli masyarakat cenderung meningkat di tahun 2019 mendatang. Terutama dari kalangan Milenial, mereka mulai melirik segmen properti, baik untuk konsumsi, maupun bisnis.
Jadi, apa yang harus Anda lakukan untuk menghadapi pasar properti tahun 2019?
Kunci menghadapi persaingan di sektor properti adalah meningkatkan kinerja penjualan. Semisal, membuka promo produk untuk membangun loyalitas konsumen terhadap perusahaan Anda.
Selain itu, kreasi dan inovasi juga dibutuhkan demi melejitkan brand properti, salah satunya dengan melakukan diversifikasi produk. Kesimpulannya, segmen usaha properti akan terus bergerak meskipun kondisi dalam negeri sedang bergejolak.
Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724
Sumber :
https://economy.okezone.com/read/2019/01/04/470/2000041/persaingan-bisnis-properti-2019-kian-ketat-bagaimana-cara-menghadapinya
Prospek Bisnis Properti Tahun 2019
Menakar Prospek Bisnis Properti Tahun 2019
Pemilu serentak akan dilaksanakan pada April 2019 mendatang. Kendati situasi politik kerap dikaitkan dengan ketidakpastian, tidak demikian dengan properti. Managing Director Sinarmas Land Dhony Rahajoe mengatakan, hampir setiap tahun pemilu dilaksanakan di Indonesia.
Meskipun, bukan dalam skala nasional. Optimisme bahwa bisnis ini akan berjalan positif lantaran masih tingginya angka kebutuhan rumah yang beluk terpenuhi atau backlog. Terutama, kebutuhan rumah bagi segmen menengah ke bawah.
"Kalau saya lihat siklus ini, kan pemilu sudah dilakukan berkali-kali ya. Namanya penjualan rumah ya tetap akan optimistis, tanah akan tetap dibutuhkan. Jadi kami tetap yakin 2019 baik untuk investasi properti," kata Dhony dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (17/12/2018).
Sinyal kenaikan properti tersebut, kata dia, sudah terlihat sejak tahun ini. Walaupun kenaikannya dirasakan belum teralu signifikan. "Khusus perumahan, apalagi kalau lihat year on year semester pertama dari KPR yang disalurkan Bank BTN itu di atas angka rata-rata yang dihitung OJK, (yaitu) 19 persen," ungkap Dhony.
Untuk diketahui, PT Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 19,28 persen menjadi Rp 220,07 triliun pada kuartal III 2018 ini. Angka tersebut meningkat dari penyaluran kredit BTN di kuartal III tahun 2017 yang sebesar Rp 184,5 triliun.
Pertumbuhan tersebut didorong kenaikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan melalui kucuran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). "Jadi kita melihat ada tren naik. Apalagi yang milenial ini sudah mulai ada kebutuhan dan banyak relaksasi yang diberikan pemerintah," imbuh dia.
Alih-alih memberikan pengaruh signifikan, menurut Dhonie, kondisi perekonomian global justru lebih berpengaruh daripada kondisi politik dalam negeri. Perang dagang antara Amerika Serikat-China, serta rencana kenaikan suku bungan Bank Sentral AS, dipastikan dapat memberikan pengaruh besar terhadap industri properti Tanah Air.
"Kalau suku bunga naik, maka bunga konsumsi juga naik. Jadi sangat besar pengaruhnya. Harapannya yang optimis kita berharap pemerintah bisa menjaga stabilitas bunga di Indonesia sehingga bisa terjangkau," harap dia.
Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724
Sumber :
https://properti.kompas.com/read/2018/12/18/083904921/menakar-prospek-bisnis-properti-tahun-2019.
Pemilu serentak akan dilaksanakan pada April 2019 mendatang. Kendati situasi politik kerap dikaitkan dengan ketidakpastian, tidak demikian dengan properti. Managing Director Sinarmas Land Dhony Rahajoe mengatakan, hampir setiap tahun pemilu dilaksanakan di Indonesia.
Meskipun, bukan dalam skala nasional. Optimisme bahwa bisnis ini akan berjalan positif lantaran masih tingginya angka kebutuhan rumah yang beluk terpenuhi atau backlog. Terutama, kebutuhan rumah bagi segmen menengah ke bawah.
"Kalau saya lihat siklus ini, kan pemilu sudah dilakukan berkali-kali ya. Namanya penjualan rumah ya tetap akan optimistis, tanah akan tetap dibutuhkan. Jadi kami tetap yakin 2019 baik untuk investasi properti," kata Dhony dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (17/12/2018).
Sinyal kenaikan properti tersebut, kata dia, sudah terlihat sejak tahun ini. Walaupun kenaikannya dirasakan belum teralu signifikan. "Khusus perumahan, apalagi kalau lihat year on year semester pertama dari KPR yang disalurkan Bank BTN itu di atas angka rata-rata yang dihitung OJK, (yaitu) 19 persen," ungkap Dhony.
Untuk diketahui, PT Bank Tabungan Negara (BTN) mencatat pertumbuhan kredit sebesar 19,28 persen menjadi Rp 220,07 triliun pada kuartal III 2018 ini. Angka tersebut meningkat dari penyaluran kredit BTN di kuartal III tahun 2017 yang sebesar Rp 184,5 triliun.
Pertumbuhan tersebut didorong kenaikan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan melalui kucuran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). "Jadi kita melihat ada tren naik. Apalagi yang milenial ini sudah mulai ada kebutuhan dan banyak relaksasi yang diberikan pemerintah," imbuh dia.
Alih-alih memberikan pengaruh signifikan, menurut Dhonie, kondisi perekonomian global justru lebih berpengaruh daripada kondisi politik dalam negeri. Perang dagang antara Amerika Serikat-China, serta rencana kenaikan suku bungan Bank Sentral AS, dipastikan dapat memberikan pengaruh besar terhadap industri properti Tanah Air.
"Kalau suku bunga naik, maka bunga konsumsi juga naik. Jadi sangat besar pengaruhnya. Harapannya yang optimis kita berharap pemerintah bisa menjaga stabilitas bunga di Indonesia sehingga bisa terjangkau," harap dia.
Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724
Sumber :
https://properti.kompas.com/read/2018/12/18/083904921/menakar-prospek-bisnis-properti-tahun-2019.
Menghitung Biaya Rumah Minimalis
Hitung-Hitungan Biaya Membangun Rumah Minimalis di Tahun 2018
Rumah sebagai aset berharga yang dimiliki bisa didapatkan dengan membangunnya dari awal dengan terlebih dahulu membeli tanah dan bahan material. Untuk itu biaya material dan ongkos pekerja untuk membangun rumah harus jadi perhatian.
Membangun rumah dari awal bukanlah perkara instan sehingga perlu perjuangan dan kerja keras.
Untuk membangun rumah impian, Anda bisa mulai menghitung kemampuan keuangan pribadi yang disesuaikan dengan jenis rumah yang ingin dibangun. Jika dana terbatas, tak perlu mewah dan megah.
Rumah bergaya minimalis dan cantik bisa jadi pilihan rumah idaman.
Konsep rumah minimalis terinspirasi dari ajaran filosofis dari Jepang yang dikenal sebagai Zen. Orang-orang yang keseluruhan hidupnya bersandar pada Zen ditekankan untuk bisa hidup mengharmoniskan tubuh dengan pikirannya.
Dari ajaran Zen, kuat dugaan konsep rumah minimalis lahir. Sebab dalam Zen, ketenangan diraih apabila hidup menyatu dengan alam. Inilah yang terdapat dalam konsep rumah minimalis
Berikut ini hal-hal yang perlu diperhitungkan untuk membangun rumah minimalis.
1. Berapa Biaya untuk Membayar Tenaga Kerja?
Ada tiga sistem yang selama ini berlaku dalam membangun rumah, yaitu sistem harian, borongan jasa, dan borongan penuh. Hitung-hitungan bayarannya berbeda-beda. Dilansir dari rumah.com, untuk sistem harian, biayanya per hari sekitar Rp100-150 ribu per hari.
Sementara biaya borongan jasa sekitar Rp600-800 ribu per meter persegi. Lain halnya dengan biaya borongan penuhyang lebih tinggi, biayanya bisa sekitar Rp3-5 juta per meter persegi. Perlu diketahui untuk borongan jasa, yang dibayarkan hanya jasanya, sedangkan bahan material disediakan sendiri.
Dari segi waktu, umumnya sistem borongan lebih cepat ketimbang sistem harian. Namun, kalau sudah selesai dan ingin mengubahnya, sistem harian lebih memungkinkan ketimbang sistem borongan yang mengandalkan desain rumah yang Anda inginkan.
2. Luas Tanah dan Bangunan
Katakanlah ingin membangun rumah 21/60. Artinya, Anda membutuhkan tanah seluas 60 meter persegi dan harga tanah di lokasi incaran yang diinginkan misalnya Rp800.000/m². Jadi, biaya yang perlu disediakan untuk membeli tanah: Rp800.000 x 60 = Rp48.000.000.
Selanjutnya, perkiraan biaya untuk membangun bangunan. Yang dimaksudkan biaya bangunan adalah perkiraan biaya untuk pembelian material, seperti pasir, batu bata, semen, dan sebagainya. Untuk yang satu ini, Anda perlu mengomunikasikan dengan kepala pekerja apa saja material yang menjadi kebutuhan bila menggunakan sistem harian.
Andaikan saja Anda memilih sistem borongan penuh. Biaya yang perlu dikeluarkan dengan harga borongan penuh Rp3,5 juta per meter persegi: 21 x 3.000.000 = Rp63.000.000. Jadi, total biaya beli tanah dan bangunan (sistem borongan penuh): Rp48.000.000 + Rp63.000.000 = Rp111.000.000.
3. Biaya Lain-Lain
Bila dalam masa pembangunan, ada perubahan yang ingin dilakukan, seperti membangun taman, menambahkan ornamen, dan sejenisnya, perlu dihitung berapa perkiraan biayanya. Biaya ini perlu dipersiapkan dalam anggaran. Tetapkan sebesar 10% dari keseluruhan total anggaran.
Total Anggaran Pembangunan Rumah Minimalis Tipe 21/60
Ketiga pos anggaran di atas adalah anggaran yang sangat mungkin harus dipersiapkan dalam membangun rumah minimalis. Kalau ditotal seluruhnya, perkiraan biaya yang mesti dipersiapkan sekitar.
Biaya Tanah + Bangunan (borongan penuh): Rp111.000.000
Biaya Lain-Lain: ditiadakan karena sistem borongan penuh
Total Anggaran: Rp111.000.000
Dengan simulasi semacam ini, akan diketahui besaran anggaran untuk membangun rumah minimalis tipe 21/60. Tentu saja anggaran dalam simulasi di atas bisa berubah-ubah atau mengalami fluktuasi.
Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724
Sumber :
https://www.iderumahidaman.com/2018/05/hitung-hitungan-biaya-membangun-rumah.html?m=1&fbclid=IwAR3MQZF88kqINbgdoRJVqnzJ7rXE0QTCHHrQ3sTkl3zhuhf5gGNX-Ir-tIw
Sumber foto :
https://www.qhomemart.com/blog/planning-to-build-a-house/
Rumah sebagai aset berharga yang dimiliki bisa didapatkan dengan membangunnya dari awal dengan terlebih dahulu membeli tanah dan bahan material. Untuk itu biaya material dan ongkos pekerja untuk membangun rumah harus jadi perhatian.
Membangun rumah dari awal bukanlah perkara instan sehingga perlu perjuangan dan kerja keras.
Untuk membangun rumah impian, Anda bisa mulai menghitung kemampuan keuangan pribadi yang disesuaikan dengan jenis rumah yang ingin dibangun. Jika dana terbatas, tak perlu mewah dan megah.
Rumah bergaya minimalis dan cantik bisa jadi pilihan rumah idaman.
Konsep rumah minimalis terinspirasi dari ajaran filosofis dari Jepang yang dikenal sebagai Zen. Orang-orang yang keseluruhan hidupnya bersandar pada Zen ditekankan untuk bisa hidup mengharmoniskan tubuh dengan pikirannya.
Dari ajaran Zen, kuat dugaan konsep rumah minimalis lahir. Sebab dalam Zen, ketenangan diraih apabila hidup menyatu dengan alam. Inilah yang terdapat dalam konsep rumah minimalis
Berikut ini hal-hal yang perlu diperhitungkan untuk membangun rumah minimalis.
1. Berapa Biaya untuk Membayar Tenaga Kerja?
Ada tiga sistem yang selama ini berlaku dalam membangun rumah, yaitu sistem harian, borongan jasa, dan borongan penuh. Hitung-hitungan bayarannya berbeda-beda. Dilansir dari rumah.com, untuk sistem harian, biayanya per hari sekitar Rp100-150 ribu per hari.
Sementara biaya borongan jasa sekitar Rp600-800 ribu per meter persegi. Lain halnya dengan biaya borongan penuhyang lebih tinggi, biayanya bisa sekitar Rp3-5 juta per meter persegi. Perlu diketahui untuk borongan jasa, yang dibayarkan hanya jasanya, sedangkan bahan material disediakan sendiri.
Dari segi waktu, umumnya sistem borongan lebih cepat ketimbang sistem harian. Namun, kalau sudah selesai dan ingin mengubahnya, sistem harian lebih memungkinkan ketimbang sistem borongan yang mengandalkan desain rumah yang Anda inginkan.
2. Luas Tanah dan Bangunan
Katakanlah ingin membangun rumah 21/60. Artinya, Anda membutuhkan tanah seluas 60 meter persegi dan harga tanah di lokasi incaran yang diinginkan misalnya Rp800.000/m². Jadi, biaya yang perlu disediakan untuk membeli tanah: Rp800.000 x 60 = Rp48.000.000.
Selanjutnya, perkiraan biaya untuk membangun bangunan. Yang dimaksudkan biaya bangunan adalah perkiraan biaya untuk pembelian material, seperti pasir, batu bata, semen, dan sebagainya. Untuk yang satu ini, Anda perlu mengomunikasikan dengan kepala pekerja apa saja material yang menjadi kebutuhan bila menggunakan sistem harian.
Andaikan saja Anda memilih sistem borongan penuh. Biaya yang perlu dikeluarkan dengan harga borongan penuh Rp3,5 juta per meter persegi: 21 x 3.000.000 = Rp63.000.000. Jadi, total biaya beli tanah dan bangunan (sistem borongan penuh): Rp48.000.000 + Rp63.000.000 = Rp111.000.000.
3. Biaya Lain-Lain
Bila dalam masa pembangunan, ada perubahan yang ingin dilakukan, seperti membangun taman, menambahkan ornamen, dan sejenisnya, perlu dihitung berapa perkiraan biayanya. Biaya ini perlu dipersiapkan dalam anggaran. Tetapkan sebesar 10% dari keseluruhan total anggaran.
Total Anggaran Pembangunan Rumah Minimalis Tipe 21/60
Ketiga pos anggaran di atas adalah anggaran yang sangat mungkin harus dipersiapkan dalam membangun rumah minimalis. Kalau ditotal seluruhnya, perkiraan biaya yang mesti dipersiapkan sekitar.
Biaya Tanah + Bangunan (borongan penuh): Rp111.000.000
Biaya Lain-Lain: ditiadakan karena sistem borongan penuh
Total Anggaran: Rp111.000.000
Dengan simulasi semacam ini, akan diketahui besaran anggaran untuk membangun rumah minimalis tipe 21/60. Tentu saja anggaran dalam simulasi di atas bisa berubah-ubah atau mengalami fluktuasi.
Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724
Sumber :
https://www.iderumahidaman.com/2018/05/hitung-hitungan-biaya-membangun-rumah.html?m=1&fbclid=IwAR3MQZF88kqINbgdoRJVqnzJ7rXE0QTCHHrQ3sTkl3zhuhf5gGNX-Ir-tIw
Sumber foto :
https://www.qhomemart.com/blog/planning-to-build-a-house/
Subscribe to:
Comments (Atom)





