Saturday, January 26, 2019

KPR Syariah vs Bank Syariah

Bingung Bedakan KPR Syariah vs Bank Syariah? Yuk Simak 6 Perbedaan Ini!


Saat akan membeli rumah tanpa riba, maka kita menemukan pilihan : kredit pemilikan rumah atau KPR syariah atau KPR bank syariah. Terdapat perbedaan antara KPR syariah dengan KPR bank syariah.

Metode pembelian rumah KPR syariah lebih menguntungkan ketimbang lewat bank syariah, atau bahkan bank konvensional.

Jika kita mengajukan KPR ke bank, naik bank syariah atau bank konvensional, maka bakal ada tiga pihak yang bakal dilibatkan dalam proses transaksi. Pertama adalah pembeli, dalam hal ini kamu sendiri, kedua bank tempat kamu mengajukan KPR, dan yang terakhir siapa lagi kalau bukan pengembang atau yang punya proyek rumah.

Jika di bank syariah, maka perjanjian transaksinya adalah bank membeli rumah itu ke developer dan menjualnya lagi ke kamu dengan harga yang lebih tinggi. Sebagai pembeli, kamu diizinkan mencicil.

Sedangkan KPR syariah, pihak yang terlibat dalam KPR syariah cuma pembeli dan pengembang rumah aja. Jadi, si pengembanglah yang menyetujui proses kredit pembeli.


KPR Syariah tanpa BI Checking

Dengan transaksi seperti disebutkan di atas, maka KPR syariah gak melewati BI Checking. Soalnya KPR ini benar-benar gak lewat bank alias lewat developer aja.

Karena proses ini dilewatkan, maka konsekuensi yang terjadi adalah siapa aja bisa mengajukan KPR ini, termasuk mereka yang punya riwayat kredit buruk sekalipun.

Jelas aja, KPR ini menggunakan modal kepercayaan.Ketika si calon pembeli sanggup meyakinkan si pengembang, maka transaksi pun berjalan.


KPR Syariah gak mengenal bunga dan jaminan

Sekali lagi, karena ini merupakan KPR yang dilakukan di luar aturan-aturan perbankan, maka pihak-pihak pengembang yang menyediakan fasilitas ini gak bakal memberlakukan bunga.

Sekilas emang gak ada bedanya dengan bank syariah, tapi mereka menggunakan skema margin keuntungan seperti dengan bank syariah? Gak juga ternyata.

Ketika kamu membeli rumah lewat KPR bank syariah, bank tersebut pasti bakal menaikkan harga dan bikin skema cicilan bukan? Nah, di situlah bank syariah mengambil keuntungan sebagai perantara antara pengembang dan pembeli.

Lain halnya dengan KPR syariah. Di KPR yang satu ini, pengembanglah yang menetapkan harga langsung alias tanpa perantara kepada calon pembeli.

Itu sebabnya, kadang KPR ini menguntungkan. Soalnya harga yang mereka tawarkan bisa lebih murah karena gak ada pihak ketiga yang jadi perantara.

Misalkan mereka bilang harganya Rp 500 jutaan, ya emang segitu harganya. Cicilan langsung kamu bayar ke developer, bahkan ada yang siap memberikan fasilitas cicil DP.

Dengan mekanisme seperti ini, sejatinya developer atau pengembang harus menanggung risiko yang cukup besar jika ada gagal bayar.


KPR syariah cuma menggunakan satu akad

Akad yang diberlakukan di KPR bank syariah emang cukup banyak, ada yang jual-beli, sewa-beli, dan sewa. Namun di KPR syariah, cuma ada satu akad aja yaitu jual beli.

So, ketika DP udah masuk ke rekening developer, maka rumah itu udah jadi milik si debitur. Setelah itu, debitur tinggal membayar cicilan rumah hingga lunas. Sederhana bukan?


Gak ada denda

Hal lain yang menguntungkan para debitur KPR syariah adalah ketiadaan denda keterlambatan. Sebagian masyarakat emang memandang denda sebagai hal yang erat dengan riba.

Sekilas, mekanisme ini emang berisiko banget. Buat menjamin cicilan bisa lunas, kadang developer bakal memberikan bonus kepada debitur yang melakukan pembayaran tepat waktu.

Mereka juga bakal memberikan semacam dalil-dalil mengenai bahaya terlambat membayar cicilan. Atau mereka juga biasa bisa bikin kontrak soal konsekuensi-konsekuensi lain yang dihadapi debitur jika telat bayar.


Gak berlaku sita rumah dalam KPR syariah

Selain gak ada denda, KPR syariah juga gak mengenal apa yang namanya sita-menyita rumah.

Ketika ada masalah keuangan yang menimpa para debitur atau pembeli, maka bakal dilangsungkan mediasi antara keduanya. Dari mediasi tersebut, biasanya para pembeli bakal ditawarkan opsi antara lain take over yang dilakukan keluarga atau si pembeli juga bisa menawarkan aset pribadinya buat menutupi cicilannya.

Namun jika diskusi ini mengalami kebuntuan, maka pembeli pun bisa menjual rumah tersebut dengan harga yang sama ketika dia beli, buat melunasi utangnya ke pengembang. Jika ada sisa keuntungan dari penjualan rumah, maka uang itu akan menjadi hak pembeli.

Itulah enam hal yang harus kamu ketahui tentang KPR syariah dan perbedaannya dengan KPR bank syariah.


Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724



Sumber :
https://www.moneysmart.id/bagusan-mana-antara-kpr-syariah-dan-kpr-bank-syariah/

No comments:

Post a Comment