Keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi merupakan hak setiap warga negara Indonesia, terutama mereka yang baru saja lulus dari tingkat Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah. Berdasarkan jumlah lembaga pendidikan, jumlah perguruan tinggi memang lebih sedikit jika dibanding dengan jumlah SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA.
Jadi tidak perlu heran kalau mayoritas anak "kuliahan" adalah anak yang tinggal di kos-kosan maupun kontrakan, mereka memilih ngekos atau ngontrak biasanya dikarenakan jarak rumah dan kampus memang jauh, yang tidak memungkinkan jika melakukan perjalanan pp --pulang pergi- setiap harinya, belum kalau ada kegiatan dan tugas-tugas kampus yang menyita waktu dan menuntut mereka untuk bolak-balik ke kampus.
Bagi kamu mahasiswa perantauan pasti sangatlah penting untuk menentukan tempat tinggal yang nyaman dan tempat yang strategis di sekitar kampus. Namun, kerap kali tempat tinggal kos dan kontrakan menjadi pilihan yang sulit bagi siswa yang baru saja akan menempuh perkuliahan apalagi siswa tersebut tidak mengetahui kondisi daerah sekitar kampus.
Sebelumnya banyak yang tidak mengetahui perbedaan dari kos dan kontrakan itu sendiri. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Indekos adalah tinggal di rumah orang lain dengan atau tanpa makan (dengan membayar setiap bulan). Kontrakan adalah yang dikontrak atau disewa (tentang rumah dan sebagainya).
Ada juga yang mengatakan bahwa "kost" itu untuk orang lajang saja, dan untuk yang sudah berkeluarga menyebutnya "kontrakan". Ada pula yang membedakan dari tempatnya, jika "kost" itu untuk sebuah kamar, jika "kontrakan" adalah sebuah rumah. Ada juga yang membedakan dari sistem pembayarannya, kalau "kost" sistem pembayarannya bulanan, kalau "kontrakan" sistem pembayarannya tahunan.
Dalam seiring berjalannya waktu, pengusaha kost berlomba-lomba untuk memperbaiki bahkan menambah fasilitas di setiap kamarnya dengan meninggikan harga sesuai fasilitas yang ada. Biasanya isi kamar dalam sebuah kost adalah kasur, kipas angin, lemari, dan lain-lain yang wajib dimiliki oleh mahasiswa ketika menempuh studinya.
Tak jarang pula beberapa kost menambah fasilitas seperti Air Conditioner (AC) dan tentu saja dengan harga yang dilebihkan. Dalam hal ini mahasiswa tidak perlu membawa barang berat (kasur dan lemari) ke tempat tinggal sementaranya, cukup membayar tempat tersebut setiap bulan. Selain itu, mahasiswa tidak perlu repot untuk membayar listrik dan air sendiri karena pemilik ataupun penjaga kos yang akan melakukan hal tersebut.
Lalu, bagaimana dengan kontrakan?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa biasanya kontrakan di bayar setiap tahun. Kontrakan biasanya hanya 'kosongan' atau yang disebut tidak adanya fasilitas yang disediakan seperti di kos. Mahasiswa harus menyiapkan barang-barang itu sendiri dan juga merepotkan diri sendiri dengan membayar listrik dan air sendiri. Jikapun ada kerusakan hal itu menjadi pekerjaan dari mahasiswa tersebut. Biasanya dalam satu kontrakan, mahasiswa itu tidak sendiri namun mengajak teman-temannya untuk tinggal bersama.
Jika kamu mahasiswa baru yang tidak ingin diganggu dan tidak menyukai keramaian maka silakan memilih kost sebagai tempat tinggal ternyamanmu karena salah satu keuntungan kos adalah selain fasilitas yang sudah diberikan, harga pun terjangkau bagi kantong mahasiswa pada umumnya.
Sumber :
https://www.kompasiana.com/wanawanaw/593e42b5fcd3ae7cbc5979e2/kost-vs-kontrakan
No comments:
Post a Comment