Thursday, September 20, 2018

Tips Mengajukan KPR ke Bank

Buktikan! 7 Tips Mengajukan KPR Supaya Pengajuan Anda Segera Diterima Bank

Sudah tahukah Anda tips dalam mengajukan KPR agar pengajuan segera diterima bank? Jika Anda berniat untuk mengajukan KPR, jangan asal-asalan! Persiapkan pengajuan Anda agar lebih lancar dan segera diterima bank.

Anda yang sudah pernah mencari rumah tentunya paham suka dukanya. Mulai dari mencari rumah yang lokasinya strategis, harganya pas di kantong, hingga proses pembeliannya. Namanya beli rumah, pastinya tidak bisa disamakan dengan beli gorengan. Karena harganya mahal, Anda harus lebih teliti dan sabar dalam pencarian dan pembeliannya.

Membeli rumah juga pasti ada saja kendalanya, entah harganya yang kurang sesuai, hingga berebut rumah dengan peminat lainnya. Nah, jika Anda tidak mau kecolongan terus karena uang belum cukup, tentunya Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bisa jadi solusinya.

Adapun beberapa keuntungan utama menggunakan fasilitas kredit rumah (KPR) adalah:

Kebutuhan dana tunai yang besar teratasi karena peminjam hanya perlu menyediakan uang muka saja dan tidak perlu menyiapkan dana dalam jumlah besar. Adanya keringanan besar angsuran karena ekspektasi peningkatan penghasilan terutama karena KPR umumnya berlangsung dalam jangka panjang.

Tetapi banyak yang bilang proses KPR itu ribet dan panjang. Belum lagi jika pengajuan ditolak dan harus mencari alternatif bank lainnya. Benarkah demikian?

Untuk mengubah anggapan bahwa proses KPR itu ribet dan panjang, Finansialku mengajak Anda untuk melihat beberapa tips mengajukan KPR supaya pengajuan Anda segera diterima bank sebagai berikut:

#1 Kenali Dulu Proses Pengajuan KPR
Sesungguhnya prosedur pengajuan KPR tidaklah sulit, tapi mayoritas pengguna seringkali tidak mempelajarinya terlebih dahulu pada saat mengajukan KPR sehingga malah mengakibatkan proses pengajuan lebih lama.


#2 Lakukan Perbandingan Produk KPR

Jangan sampai membeli rumah layaknya membeli kucing dalam karung, alias pasrah saja dengan apapun yang diterima.

Anda memiliki hak untuk membandingkan beberapa produk KPR berbeda dari bank yang berbeda pula sebelum mengambil keputusan untuk mengajukan KPR pada bank terpilih.


#3 Lengkapi Syarat-Syaratnya

Dalam mengajukan KPR, tiap-tiap bank akan memberikan persyaratan dan ketentuan yang perlu dipenuhi sebelum melangkah ke tahap selanjutnya.

Walaupun setiap bank biasanya memiliki persyaratan yang berbeda, namun berikut merupakan persyaratan umum yang biasanya muncul dalam pengajuan KPR:

Merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
Memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap sebagai pegawai tetap/wiraswasta/professional dengan masa kerja minimal 1 tahun (pegawai) atau 2 tahun (professional/wiraswasta).
Usia tidak lebih dari 50 tahun ketika mengajukan permohonan KPR.

Selain persyaratan umum yang perlu dipenuhi, terdapat beberapa syarat berupa dokumen yang perlu disiapkan sebagai syarat pengajuan KPR, yaitu sebagai berikut:

Dokumen pribadi:

Fotokopi KTP/Paspor/KITAS/KITAP suami dan istri (jika sudah menikah)
Kartu keluarga atau bukti nikah (jika sudah menikah)
Slip gaji bulan terakhir atau Surat Keterangan Gaji
NPWP
Fotokopi Akte Perusahaan dan atau SIUP bagi pengusaha atau surat keterangan kerja bagi karyawan
Fotokopi Rekening Koran 3 bulan terakhir
Fotokopi Surat Izin Praktek
Fotokopi Tagihan Bulanan Kartu Kredit 1 Bulan Terakhir
Fotokopi Kartu kredit


Dokumen rumah:

Fotokopi sertifikat tanah.
Fotokopi surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Fotokopi surat tanda jadi dari developer/penjual rumah yang menyatakan setuju menjual rumah tersebut.


Seluruh dokumen tersebut dapat Anda berikan kepada pihak bank untuk kemudian dicek secara administratif sebagai langkah awal sebelum masuk ke tahapan KPR selanjutnya.

Pastikan seluruh syarat dan dokumen yang dibutuhkan telah terpenuhi sebelum Anda melanjutkan ke tahap sebelumnya ya!


#4 Perbaiki Keuangan Anda

Seperti telah disebutkan sebelumnya, mencari rumah yang sesuai itu tidak gampang.

Sekalinya ada rumah yang cocok dan bagus kualitasnya, eh harganya tidak pas di kantong.

Ingat untuk selalu mengestimasikan dahulu kemampuan finansial Anda untuk membayar DP rumah sebelum menawar.Jangan sampai sudah capek menawar malah tidak jadi.

Selain mengestimasikan keuangan, sebaiknya Anda juga memperbaiki keuangan jika memang dirasa belum memenuhi kualifikasi untuk mengajukan KPR. Percuma mengajukan jika sudah tahu akan ditolak bukan?

 Untuk memperbaiki keuangan, Anda bisa mengaplikasikan beberapa tips mudah berikut:

Jumlah cicilan dan utang harus lebih kecil dari 30% mutasi dan/atau pergerakan uang di tabungan setidaknya 10 – 12 kali jumlah cicilan bulanan. Misal: cicilan bulanan Rp6 juta, maka setidaknya ada uang Rp60 juta – Rp72 juta di tabungan.
Punya kartu kredit dengan limit yang sesuai. Walaupun tidak wajib, tetapi ada nilai tambah jika Anda memiliki kartu kredit. Khususnya jika punya kartu kredit dengan limit minimal Rp20 juta.
Nilai plus jika Anda memiliki deposito dengan jumlah cukup besar


#5 Persiapkan DP, Sebisa Mungkin Lebih dari 20%

Meskipun DP rumah yang umum dijadikan standar adalah 20% hingga 30%, akan lebih baik jika Anda bisa menyiapkan DP lebih besar dari seharusnya.

Dengan demikian, beban cicilan Anda ke depannya akan lebih ringan.

Namun, beda kasusnya jika Anda bisa menemukan sebuah investasi dengan tingkat pengembalian lebih besar dari suku bunga KPR Anda.

Jika kasusnya seperti itu, manfaatkan uangnya untuk diinvestasikan sembari Anda membayar DP minimal saja.

Keuntungan investasi bisa digunakan untuk melunasi KPR tepat waktu, atau bahkan lebih cepat (jika tidak ada denda pelunasan dipercepat).

Untuk dapat mempersiapkan DP dengan maksimal, lagi-lagi Anda harus mengatur keuangan Anda sebelum memutuskan untuk mengajukan KPR.

Jangan ragu untuk meminta bantuan tenaga ahli demi memperoleh rumah idaman Anda.

Misalnya, dengan menghubungi jasa perencana keuangan Finansialku yang selalu memberikan solusi keuangan apa pun, kapan pun, dimana pun.


#6 Gunakan Bank Tempat Anda Beraktivitas

Anda sebenarnya bisa memilih bank manapun untuk mengajukan KPR, seperti telah diungkapkan pada poin sebelumnya, Anda bisa melakukan perbandingan dan memilih produk KPR terbaik.

Namun Jika Anda sudah memiliki bank langganan tempat Anda biasa beraktivitas, Anda bisa mencari produk KPR yang bagus dari bank tersebut.

Misalnya:

Gunakan bank tempat Anda menerima gaji bulanan (payroll).
Gunakan bank tempat transaksi terbesar Anda.
Gunakan bank utama Anda (contoh: Anda berlangganan pada BCA, Mandiri, dan BNI. Tapi bank paling utama dan besar saldonya adalah BCA, maka Anda lebih baik ajukan KPR di BCA).


#7 Tidak Ada Salahnya, Gunakan Promo

Siapa bilang Anda tidak bisa mengandalkan promo pada KPR? Ternyata, bank juga kerap memberikan promo pada produk KPR-nya lho!

Sebagai contoh, bank umumnya memberikan promo KPR tertentu (misal: promo suku bunga, promo bebas biaya) pada ulang tahun bank.


#8 Ikuti Pameran Properti dan Cari Promo KPR

Anda juga bisa memperoleh promo KPR lainnya dengan aktif mengikuti pameran properti.

Anda akan memperoleh kesepakatan yang lebih baik dan menguntungkan jika Anda teliti dalam hal-hal kecil sekalipun. Pelajari dan persiapkan dengan matang demi kelancaran proses kredit rumah Anda mulai dari pengajuannya hingga pelaksanaannya kelak.



Konsultasi lebih lanjut silahkan WA ke +62 838-1515-9724

Sumber :
https://www.finansialku.com/tips-mengajukan-kpr/

No comments:

Post a Comment